Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
20 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
20 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
22 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
18 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
5
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
20 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
6
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
Sepakbola
17 jam yang lalu
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
Home  /  Berita  /  Riau

Cewek ABG Pekanbaru Dijual Sebagai Pemuas Nafsu Via Online, Ester: Ini Human Trafficking

Cewek ABG Pekanbaru Dijual Sebagai Pemuas Nafsu Via Online, Ester: Ini Human Trafficking
Tiga mucikari yang menjajakan anak di bawah umur via online ditangkap oleh Polda Riau (Foto: GoRiau.com/GoNews Gorup)
Jum'at, 23 September 2016 13:21 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Riau meminta polisi untuk menyelidiki apakah orangtua dari anak di bawah umur ikut terlibat dalam sindikat prostitusi online yang diotaki RT alias Edo, beserta dua rekannya DD alias Odi serta wanita berinisial Nr.

"Jika ada dugaan keterlibatan orangtua yang ikut campur (menjual anaknya, red) atau mendorong anaknya berkecimpung, maka itu harus ditangani. Orangtuanya harus diproses secara hukum," kata Kepala LPA Provinsi Riau, Ester, Jumat (23/9/2016) siang.

Ia memastikan kalau kasus yang diungkap Polda Riau ini jelas merupakan human trafficking (perdagangan manusia, red). "Karena kalau keinginan si anak sendiri, mungkin uang hasil (jual diri, red) buat sendiri. Kalau ini kan dibagi ke mucikarinya," tegasnya.

Anak di bawah umur, sambung Ester, kerap dimanfaatkan, terutama dalam soal prostitusi. Pihaknya pun tengah mendalami dan mencari siapa sumbernya. Sedangkan untuk dua orang anak yang terlibat ini, pihaknya berencana akan menempatkannya ke rumah aman.

"Itu rencana kita. Sejauh ini LPA masih berkoordinasi. Kita khawatir dalam keadaan tertekan si anak bisa saja kabur dari rumahnya dan berkomunikasi lagi dengan teman-teman mereka. Senin kita akan bahas ke orangtua dan korban sendiri," tutupnya. ***

Kategori:Beladiri, Riau
wwwwww