Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
10 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
9 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
9 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
5
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Nasional
13 jam yang lalu
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
6
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
9 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Home  /  Berita  /  PON

Dokter Spesialis Nuklir Mampu Terapi dan Diagnosa Pasien

Dokter Spesialis Nuklir Mampu Terapi dan Diagnosa Pasien
Ilustrasi/google.com
Jum'at, 23 September 2016 20:50 WIB
Penulis: Fatih Al Rizki

MEDAN - Dalam memberikan pelayanan kesehatan, seorang dokter spesialis nuklir, dapat melakukan terapi dan diagnosa terhadap pasien. Sebab, dalam praktiknya, spesilis nuklir menggunakan sumber radiasi terbuka. “Jadi bukan hanya terapi diagnostik saja. Banyak yang bisa diperiksa, seperti jantung, atau urologi,” ungkap dr Edison dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan XX (PIT) & KOngres Nasional 2016 Perhimpunan Kedokteran Nuklir Indonesia VII (PKNI) Perhimpunan Kedokteran & Biologi Nuklir Indonesia X, Jumat (23/9) di Medan.

Kelebihan dari spesialis ini, sebut Edison, seorang dokter bisa lebih detil dalam memeriksa. Misalkan, dalam memeriksa fungsi masing-masing ginjal. Jadinya, mereka bisa tahu mana ginjal yang lebih bagus, termasuk tindakan selanjutnya.

“Kemudian kita juga bisa memeriksa tiroid atau gondok. Selain dapat mendiagnosa kelainannya, kita juga bisa terapi tiroid, berapa dosisnya, kapan kita berikan. Kedokteran nuklir juga dapat menangani onkologi,” ujar Edison yang juga Kepala Unit Kedokteran Nuklir di RSUP H Adam Malik Medan.

Editor:Arif
Kategori:PON
wwwwww