Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
8 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
8 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
2 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
4
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
3 jam yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
5
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Sepakbola
2 jam yang lalu
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
6
Lewat Single "Cinta Baru", Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Hiburan
2 jam yang lalu
Lewat Single Cinta Baru, Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Home  /  Berita  /  Riau

Keabsahan Data Masih Diragukan, Gubernur Riau Belum Berani Teken Pengangkatan Honorer K2

Keabsahan Data Masih Diragukan, Gubernur Riau Belum Berani Teken Pengangkatan Honorer K2
PNS Baru Pemprov Riau tengah diambil sumpah jabatan. (Foto: Ratna SD)
Jum'at, 23 September 2016 16:18 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Keraguan Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman untuk meneken berkas hasil verifikasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) kategori kedua (K2) memang beralasan kuat. Sebab, hasil verifikasi terhadap CPNS yang telah dinyatakan lulus tahun 2013/2014 tersebut didapati keganjilan. Pasalnya, ada tujuh dari 100 orang CPNS yang masih dipertanyakan keabsahan datanya.

"Kami sudah melakukan klarifikasi berkas. Hasilnya, ada tujuh orang masih diragukan keabsahan data yang dilampirkannya. Kami dapat laporan ini dari masyarakat saat uji publik ke masyarakat," ungkap Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKP2D) Provinsi Riau, Asrizal kepada GoRiau.com di Pekanbaru, Jumat (23/9/2016).

Meski berbagai upaya telah dilakukan oleh BKP2D, nyatanya 93 CPNS lainnya ini masih harus bersabar menunggu proses verifikasi berlanjut. Sebelumnya, BKP2D pun telah membuat Surat Pertanggungjawaban Mutlak (SPJM) berlapis sebagai syarat pengangkatan honorer. Yang mana, secara berjenjang SPJM berlapis dibuat oleh yang bersangkutan kemudian ditetapkan oleh atasan yang membawahinya, yaitu kepala dinas, Badan Kepegawaian Daerah, Sekretariat Daerah dan Gubernur Riau yang kala itu masih menjabat sebagai Plt Gubri.

"Kita maklumi jika pejabat pembina kepegawaian yakni Gubernur Riau masih ragu untuk meneken SPTJM, karena ancamannya bui kalau sampai ada kekeliruan didalamnya," tuturnya. ***

Kategori:Voli, Riau
wwwwww