Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
13 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
13 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
8 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
4
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
7 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
5
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
8 jam yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
6
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
7 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Home  /  Berita  /  Riau

Masyarakat Riau Belum Berminat Ganti Beras dengan Sagu

Masyarakat Riau Belum Berminat Ganti Beras dengan Sagu
ilustrasi.
Senin, 26 September 2016 10:10 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mencoba mengantisipasi kelangkaan beras dengan menggerakkan bahan pangan sagu sebagai gantinya. Tantangan tersulitnya, masyarakat Riau sendiri masih dominan menganggap beras sebagai pangan utama.

"Sagu bisa jadi alternatif pangan pengganti beras. Tetapi harus ditambah dengan bahan makanan yang mengandung vitamin, lemak, protein dan unsur gizi lainnya," ungkap Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Riau, Darmansyah kepada GoRiau.com di Pekanbaru, Senin (26/9/2016).

Ia pun membenarkan, bahwa kandungan karbohidrat sagu memang tidak sama dengan karbohidrat yang ada pada nasi. Hanya saja, produk berbahan dasar seratus persen sagu seperti pati sagu, mie sagu, dan beras sagu sudah terjamin gizinya.

Setiap tahunnya, Riau sendiri bisa menghasilkan sagu hingga 246.000 ton. Namun, tingkat konsumsi masyarakat di Riau terhadap sagu masih sangat rendah yaitu berkisar sepuluh persen dari total hasil produksi.

"Produk olahan sagu bisa jadi alternatif kestabilan pangan. Hanya saja bagaimana cara tepat kita untuk menyosialisasikannya kepada masyarakat," tuturnya. ***

Kategori:Ekonomi, Riau, Voli
wwwwww