Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
23 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
19 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
20 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
16 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
16 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
14 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Badminton
Pesona Indonesia 2016

Peringati WTD 2016, Akpar Medan Aksi Bersih-bersih Destinasi

Peringati WTD 2016, Akpar Medan Aksi Bersih-bersih Destinasi
Menteri Pariwisata dengan mahasiswi Akpar Medan. (istimewa)
Jum'at, 30 September 2016 14:03 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
MEDAN- Ada banyak cara untuk mengekspresikan komitmen di World Tourism Day (WTD) 27 September 2016. Menpar Arief Yahya melaunching Culinary and Shopping Festival 2016 yang dibuka serentak di 12 provinsi, 16 kota (bukan lagi 14 kota, red), dan 85 mall ternama di tanah air, yang ditandai dengan live videoconference dengan Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Akpar (Akademi Pariwisata) Medan memilih cara unik dan simpatik, yakni bersih-bersih destinasi wisata di Kota Medan.

Sebuah komitmen yang patut diacungi dua jempol, karena Akpar Medan berada di kota yang memang membutuhkan kerja keras untuk menghormati rasa bersih dan bebas sampah berceceran. "Mereka membersihkan Istana Maimun dan Masjid Raya Al Mashun Kota Medan. Selain dalam rangka Dies Natalis Akpar Medan yang ke-25, kegiatan juga berlangsung dengan tujuan menyambut datangnya Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Medan," sebut Deputi Kelembagaan Kemenpar, Profesor Ahman Sya.

Sejak mahasiswa, kata Ahman, anak-anak yang kelak memperkuat barisan Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia itu sudah diajarkan spirit hospitality. Itu nilai yang paling membutuhkan perhatian di ibu kota Sumatera Utara tersebut. “Jadi, langkah ini sudah inline dengan spirit dunia pendidikan kita yang sangat dekat dengan pariwisata,” ungkapnya.

Ahman mengatakan, berdasarkan laporan Akpar, aksi bersih-bersih diikuti oleh sekitar 800 mahasiswa dan mahasiswi serta 180 orang dari kalangan dosen dan pegawai Akpar Medan. Aksi itu juga didukung beberapa perguruan tinggi pariwisata lainnya yakni, Akpar Medan Hotel School dan Akpar Darma Agung dan STIM Sukma.

"Sehingga total peserta yang mengikuti aksi bersih tersebut mencapai hampir 1.100 orang. Akpar Medan meggelar aksi tersebut bertujuan untuk memupuk cinta dan peduli terhadap pariwisata Indonesia, khususnya Sumatera Utara yang semakin maju dan menjadi core bisnis ekonomi pariwisata Indonesia," ujar pria yang pernah mengenyam S2 di Belgia itu.

Bukan itu saja, masih kata Ahman, selain itu kegiatan tersebut juga dapat mempererat kekompakan antar para akademisi dan mahasiswa pariwisata di kota Medan. Aksi ini juga digelar dengan harapan agar mampu menginspirasi stakeholders pariwisata untuk dapat bekerja nyata dalam mendukung pariwisata yang menjadi sektor prioritas, dimana sebentar lagi hadir destinasi prioritas, Danau Toba menjadi salah satu ikon pariwisata Indonesia.

"Ini namanya berbuat sesuatu dan berkarya serta berbuat nyata untuk kemajuan pariwisata Kota Medan, Sumut dan Indonesia. Kita harus terus tanamkan hal ini kepada kader-kader Pariwisata Indonesia," ujarnya.

Seperti diketahui, kunjungan wisatawan ke Sumatera Utara sudah semakin membaik. Peningkatan kunjungan ini harus tetap dijaga dengan melakukan perbaikan di berbagai sektor termasuk infrastruktur, peningkatan kualitas produk sumber daya manusia. Gubernur Sumut Erry Nuradi menyebut apa yang dilakukan Akpar Medan itu cerminan pelaku Pariwisata Indonesia yang harus dijaga.

Apalagi, Pariwisata akan mejadi penopang utama ekonomi bangsa Indonesia. Dikatakan Erry, berdasarkan data WTO, di perkirakan pada tahun 2020 indonesia termasuk tujuan wisatawan mancanegara akan mengalami peningkatan pengunjung berkisar 6 hingga 8 persen, hal ini harus diantisipasi oleh kesiapan para lulusan pendidikan bidang wisata termasuk Akpar Medan.

"Untuk itulah mahasiswa Akpar Medan diharapkan menjadi ujung tombak untuk ikut mengembangkan pariwisata di daerah ini. Teruslah berkarya," ujarnya.

Erry juga mengakui sampai saat ini masih banyak objek wisata daerah Sumatera Utara yang perlu dikembangkan dan dipromosikan keindahaannya.Karena itu pendidikan kepariwisataan memiliki prospek yang bagus ke depan. "Tentunya kami berharap pendidikan kepariwisataan harus menunjang program pemerintah untuk menjamin kelancaran pelayanan serta penyelenggaraan Pariwisata," jelas Erry. ***

wwwwww