Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
6 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
12 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
3
Menpora Erick Sebut Tantangan Masa Depan Pemuda Butuh Kolaborasi Lintas Sektor
Kemenpora
24 jam yang lalu
Menpora Erick Sebut Tantangan Masa Depan Pemuda Butuh Kolaborasi Lintas Sektor
4
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
5 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
5
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Nasional
9 jam yang lalu
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
6
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
5 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Home  /  Berita  /  Badminton
Kekerasan Oknum TNI ke Jurnalis Kembali Terulang

Meliput Kecelakaan, Jurnalis NetTV Malah Dianiaya Oknum TNI di Madiun

Meliput Kecelakaan, Jurnalis NetTV Malah Dianiaya Oknum TNI di Madiun
Reporter NET.tv saat dianiya oknum TNI. (foto: Viva.co.id)
Minggu, 02 Oktober 2016 21:17 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
MADIUN- Jurnalis NetTV di Madiun, Jawa Timur, Sony Misdanto, menjadi korban kekerasan oknum Tentara Nasional Indonesia (TNI) saat meliput kericuhan antara sejumlah anggota TNI AD dengan peserta konvoi Sura Agung di depan Markas TNI AD di Kota Madiun, Jawa Timur, Minggu, 2 Oktober 2016. Sony menderita luka dan kameranya rusak.

Sony menceritakan, waktu itu dia hendak pulang mengendarai sepeda motor usai meliput bangunan minimarket yang roboh. Sesampai di traffick light depan Markas TNI AD, rombongan konvoi Sura Agung dari sebuah perguruan silat itu menabrak kendaraan yang ditunggangi seorang ibu.

"Saya pulang berbarengan dengan rombongan arak-arakan Sura Agung sebuah perguruan. Arak-arakan itu menabrak ibu-ibu pengendara yang berhenti di lampu merah. Spontan saya ambil kamera untuk ambil gambar momen kecelakaan itu," kata Sony saat dihubungi beberapa wartawan di ibu kota.

"Kemudian anggota TNI dan polisi lari mengamankan kecelakaan itu, warga juga ada yang datang. Tiba-tiba ada anggota TNI yang memukul anggota arak-arakan, karena sebelumnya juga ada arak-arakan yang menabrak anggota," lanjut Sony.

Sony juga mengambil gambar ketika oknum anggota memukuli peserta konvoi.

"Lalu dari belakang ada anggota merangkul saya. Saya ditanya, 'Kamu siapa?', saya bilang wartawan NetTV sambil menunjukkan kartu pers. Saya lalu dibawa ke Pospam (pos pengamanan)," ujarnya.

Di Pospam, petugas meminta Sony agar menghapus gambar pemukulan anggota ke peserta konvoi. Dia juga dimintai keterangan serupa interogasi.

"Anggota makin banyak marah-marah dan sebagainya. Tiba-tiba ada yang mukul helm saya pakai besi. Seketika keadaan gelap. Ada juga yang mukul kena pipi, dan tendangan dari belakang," ujar Sony.

Tak berapa lama kemudian, petugas Provost mengamankannya ke rumah warga. Dia lalu dibawa ke Datasemen Polisi Militer (Denpom) Madiun.

"Karena saya merasa pusing, saya minta diantar ke rumah sakit. Diantar oleh Komandan 501 (Yonif Para Raider 501/Bajra Yudha) dan Wakapolres," ujarnya.

Akibat pemukulan itu, Sony mengaku mengalami luka lebam di bagian wajah. Peralatan liputannya berupa kamera juga rusak parah.

"Pak Dandim sudah menemui saya. Dandim sudah meminta maaf dan beliau menyampaikan bahwa kejadian itu karena ada kesalahpahaman," katanya.

Terpisah, Komandan Distrik Militer (Kodim) 0803/Madiun, Letnan Kolonel Infantri Rahman Fikri, mengatakan bahwa insiden pemukulan wartawan tersebut akibat kesalahpahaman antara anak buahnya dengan korban di lapangan. Kebetulan, saat kejadian kondisi konvoi Sura Agung memanas.

"Saya berharap masalah ini bisa diselesaikan baik-baik," ujarnya.

Sumber:berbagai sumber.
Kategori:Badminton, Olympic, Beladiri, DKI Jakarta, Jawa Timur
wwwwww