Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
21 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
20 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
22 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
18 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
5
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
20 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
6
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
Sepakbola
18 jam yang lalu
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
Home  /  Berita  /  Riau

Histeris Hingga Manjat Tembok, Begini Ekspresi Ratusan Warga Sambut Tersangka Suparman di Rutan

Histeris Hingga Manjat Tembok, Begini Ekspresi Ratusan Warga Sambut Tersangka Suparman di Rutan
Ekspresi warga yang histeris bahkan memanjat tembok Rutan saat Suparman dan Johar Firdaus tiba, Selasa sore (Foto: Chairul Hadi/GoRiau.com)
Selasa, 04 Oktober 2016 18:06 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Ratusan warga dari Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Provinsi Riau, Selasa (4/10/2016) sore 'membanjiri' Rumah Tahanan (Rutan) Sialang Bungkuk, Kota Pekanbaru. Mereka datang untuk bertemu Suparman, bupati non aktif yang dijadikan tersangka oleh KPK.

Jauh-jauh ke Pekanbaru, ratusan warga ini ingin bertemu dan melihat Suparman. Mereka berusaha masuk ke area halaman Rutan, namun dicegah empat peleton aparat kepolisian dari Polda Riau dan Polresta Pekanbaru, yang sudah membentuk pagar betis.

Tak ayal, warga hanya bisa menyaksikan Suparman dari kejauhan, sambil berteriak-teriak. Ada pula yang berusaha memanjat tembok pagar. Tak ayal, polisi sedikit kewalahan membendung sekitar 200 massa itu. Bahkan mereka juga membawa spanduk.

Suasana makin riuh ketika tersangka KPK yang terlibat kasus dugaan suap APBD-P 2014 dan APBD 2015 ini tiba-tiba ke luar dan memberikan arahan kepada warganya dengan pengeras suara. Sebagian ada pula yang histeris bahkan menangis.

Setelah tersangka Suparman masuk ke dalam Rutan, warga ini pun masih tetap bertahan di luar, sampai polisi polisi membujuk mereka agar membubarkan diri dan pulang. Tak lama, aparat bersenjata lengkap pun dibubarkan. ***

Kategori:Riau, Olympic
wwwwww