Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
13 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
14 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
3
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
KOI
14 jam yang lalu
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
4
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
10 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
5
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
10 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
6
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
11 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Badminton

Bukan Hanya Dipukuli, Wartawan TV Ini Juga Diancam Ditembak dan Diborgol Oknum Polisi

Bukan Hanya Dipukuli, Wartawan TV Ini Juga Diancam Ditembak dan Diborgol Oknum Polisi
Korban Siaful Anwar yang dipukul oknum Polisi di Senen Jakarta. (istimewa)
Jum'at, 07 Oktober 2016 11:00 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Selain menganiaya, oknum polisi juga sempat menodongkan senjata api ke Saiful Anwar, wartawan TV One yang babak belur dianiaya anggota korps baju cokelat itu. Menurut Saiful, oknum anggota polisi itu juga ikut memukulinya, dan bahkan sempat menodongkan pistol.

"Diborgol dan dimasukkan ke dalam mobil dipukuli kembali serta diancam ditembak kakinya sambil mengarahkan pistol ke arah kaki,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (7/10/2016).

Terakhir, Ipul yang sempat dibawa ke kantor polisi di kawasan Cawang ini mengaku dipaksa membuat surat pernyataan diatas materai oleh mereka untuk tidak memperpanjang kasus itu. Atas kejadian itu, Ipul mengaku yang paling terlihat, wajahnya mengalami memar dan luka sobek pada bagian wajah.

"Dipaksa membuat surat pernyataan di atas materai yang isinya tidak memperpanjang kasus tersebut,” tutupnya.

Kejadian ini berlangsung di Fly Over Senen, Kamis (6/10/2016). Pria yang akrab disapa Ipul itu mengaku bahwa kejadian bermula ketika ia bermaksud meliput suatu peristiwa di kawasan Jakarta Pusat. Dari tempat jurnalis TV Jakarta Pusat biasa berkumpul di Menteng, dirinya kemudian menuju ke lokasi peristiwa ditemukannya mayat dan bermaksud meliput peristiwa tersebut.

Namun, saat melintas di dekat fly over Senen, dirinya tidak sengaja menyenggol seorang oknum anggota polisi yang tengah mengatur lalu lintas dan membuat alat komunikasi HT oknum polisi itu terjatuh.

Ipul melanjutkan, oknum anggota polisi itu mengejarnya dengan kendaraan dan memepet dirinya sampai berhenti, lalu langsung memukul wajahnya.

Ipul mengaku, dirinya masih shock atas kejadian tersebut. Ia hanya berharap pelaku diberi sanksi tegas. ***

wwwwww