Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
24 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
2
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
23 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
3
Duet Risto Vidakovic dan Edin Prljaca Tangani PSIM Yogyakarta
Sepakbola
24 jam yang lalu
Duet Risto Vidakovic dan Edin Prljaca Tangani PSIM Yogyakarta
4
Penurunan Muka Tanah Jakarta Melambat, PAM Jaya Ungkap Peran Air Perpipaan
Korporasi
23 jam yang lalu
Penurunan Muka Tanah Jakarta Melambat, PAM Jaya Ungkap Peran Air Perpipaan
5
Kesempatan Frediric Injay Balas Kekalahan Lawan Garudayaksa
Sepakbola
23 jam yang lalu
Kesempatan Frediric Injay Balas Kekalahan Lawan Garudayaksa
6
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
3 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Nagari Gauang Solok Kekeringan, Petani Gagal Panen

Nagari Gauang Solok Kekeringan, Petani Gagal Panen
Petani, Ena menunjukkan bahwa batang simo di nagari Gauang kering kerontang.
Kamis, 13 Oktober 2016 05:15 WIB
Penulis: Dafrizal
SOLOK - Kemarau panjang mengakibatkan ratusan hektare sawah petani di Nagari Gauang, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok mengalami kekeringan. Sebagian sudah berbuah namun buahnya hampa alias tidak ada isinya.

"Kondisi ini terjadi akibat kemarau panjang," ujar Ena, petani di Gauang kepada GoSumbar.com, Selasa (11/10/2016).. Akibat kemarau panjang, petani tak bisa mendapatkan air untuk dialirkan ke sawah. Upaya alternatif yang dilakukan dengan membuat sumur dalam batang Air/ batang simo, tetapi usaha ini pun kurang membuahkan hasil karena terbatasnya ketersediaan air.

Sjak awal Agustus lalu juga banyak petani yang gagal panen. Akibatnya, para petani kini pasrah dan membiarkan tanaman padinya mati.
Wali Nagari Gauang, Rizal Idziko, SE yang dihubungi lewat telepon selulernya mengatakan, sawah yang yang kekeringan dan belum ditanam padi sejak juli kemaren sekitar 254 hektare.

Harapan dari petani, tambah Rizal, embung sarai maupun embung limpato perlu diperbaiki, karena selama ini banyak yang bocor dan tidak bisa menahan air. (***)

Editor:W Leto Tapays
Kategori:Ekonomi
wwwwww