Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
21 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
2
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
22 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
3
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
22 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
4
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
Hukum
21 jam yang lalu
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
5
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
12 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
6
Makan Konate Menerima Kekalahan Lapang Dada
Sepakbola
23 jam yang lalu
Makan Konate Menerima Kekalahan Lapang Dada
Home  /  Berita  /  PON
Demo Ahok Meluas

DPD IMM Sumut Minta Pemerintah Bersikap

DPD IMM Sumut Minta Pemerintah Bersikap
Umat muslim melakukan aksi unjuk rasa terhadap Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) atas ucapannya yang menyinggung hati umat Islam. (Istimewa/tribunnews.com)
Jum'at, 14 Oktober 2016 21:59 WIB
Penulis: Fatih Al Rizki
MEDAN -Pernyataan Ahok yang diduga menghina Al-Qur’an surat Al-Maidah ayat 51 dalam kunjungannya ke kepulauan seribu (27/9) lalu berbuntut panjang. Tak hanya umat Islam di Provinsi Jakarta saja yang merasa tersakiti, tapi ini juga dirasakan di seluruh Indonesia.

Menyikapi hal ini, Zikri Akbar, Bidang Tabligh dan Kajian Keislaman Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sumatera Utara mengatakan, ucapan Ahok sangat melukai hati ummat Islam se Indonesia. "Ahok secara terang-terangan dan gamblang menyatakan bahwa pesan Alqur’an dijadikan sebagai alat penipuan terhadap umat dalam konstalasi politik yang cukup tinggi atmosfernya," ujar Zikri Akbar, Jumat (14/10/2016) malam, dalam siaran pers yang diterima GoSumut.

Unjuk rasa umat Islam tak hanya terjadi di Jakarta saja, di beberapa wilayah di Indonesia juga menggelar unjuk rasa yang sama. Di Medan, umat muslim dari berbagai Ormas Islam dan seluruh organisasi mahasiswa Islam terhimpun dalam satu barisan dan tujuan untuk menyuarakan serta menuntut keadilan atas sikap ahok yang menyakiti perasaan umat islam atas pernyataannya.

Aksi unjuk rasa yang dilakukan ini sesungguhnya adalah imbas dari sebuah pengabaian dari aparat negara terhadap tuntutan yang dilayangkan oleh umat muslim. “Tuntutan dilayangkan oleh umat muslim ini seakan dianggap angin lalu oleh aparat berwajib, proses yang lama dan seakan tak ada respon, maka mereka turun ke lapangan untuk menuntut hak keadilan yang sejatinya memiliki hak setara di depan hukum," tegasnya.

Mahasiswa Komunikasi Islam Pasca Sarjana UIN Sumatera Utara ini menilai, negara telah gagal menjadikan masyarakat yang harmoni, dan rukun dalam kemajemukan yang ada. Kegagalan ini dibuktikan dengan tidak adanya sikap dari Presiden Republik Indionesia, Joko Widodo untuk menanggapi tuntutan yang disuarakan oleh umat islam. “Seandainya saja presiden mampu menjadi mediator yang menengahi serta menanggapi kisruh yang sedang terjadi, sakit hati umat muslim  pasti tak sebesar ini,"  imbuhnya.

Zikri berargumen, berbagai polemik kebangsaan atas dasar penistaan terhadap Agama Islam kerap kali terjadi. Tetapi negara seolah diam melihat permasalahan yang tak kunjung usai ini. Pemerintah dengan berbagai perangkatnya tidak bekerja secara  maksimal untuk menjadikan negara yang aman, damai, dan rukun dalam perbedaan.

“Pemerintah harus memberi pelayanan yang maksimal terhadap rakyat, mampu menjembatani dan mampu memberikan solusi terhadap perbedaan. (Kalau ini sudah terlaksana dengan baik, maka) akan lahir masyarakat yang damai dan harmoni sesuai dan selaras dengan tujuan dan cita-cita negara yang termaktub dalam falsafah pancasila," tandasnya.

 

Editor:Arif
Kategori:Voli, Olympic, PON
wwwwww