Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
21 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
20 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
22 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
18 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
5
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
21 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
6
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
Sepakbola
18 jam yang lalu
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
Home  /  Berita  /  PON

Melawan Lupa, Tahukah Anda, 'Sumatra Courant', Surat Kabar Pertama di Padang

Melawan Lupa, Tahukah Anda, Sumatra Courant, Surat Kabar Pertama di Padang
Tampilan depan Koran Sumatra Courant. (Ist/Humas)
Senin, 24 Oktober 2016 12:42 WIB
PADANG - Tak bisa dipungkiri, kehadiran media massa cukup dirasakan manfaatnya. Tidak saja sebagai media informasi, tetapi juga untuk mengedukasi pembaca. Di Kota Padang, koran pertama yang lebih duluan beredar di kalangan masyarakat ketika itu yakni "Sumatera Courant". Surat kabar ini berbahasa Belanda dan terbit seminggu sekali dengan kebanyakan berita berisi peristiwa lokal dan cerita.

Tidak diketahui secara persis tahun penerbitan edisi pertamanya. Tetapi perusahaannya berdiri tahun 1859. Arsip tertua dari Sumatera Courant yang tersimpan di Perpustakaan Museum Nasional Jakarta bertahun 1863.

Tahun 1864, terbit sebuah surat kabar di kota Padang yang berbahasa Melayu dengan nama "Bintang Timur" yang usianya hanya seumur jagung. Pemiliknya adalah seorang Belanda bernama Van Zadellhoft, pemilik toko buku di Kota Padang. "Bintang Timur" memiliki oplah 400 eksemplar dan terbit setiap hari Rabu, jam 14.00 dan harus diambil sendiri oleh pelanggan ke percetakannya.

Pada tahun 1871 terbit sebuah surat kabar berbahasa Melayu kedua di kota Padang yang juga seumur jagung. Antara tahun 1870-an dan 1880-an, surat kabar yang terbit mulai memasukkan syair, pantun, cerita pendek, pelajaran bahasa Melayu dan semacam kamus bahasa kecil sebagai strategi marketing mereka. Strategi yang berhasil ini kemudian banyak ditiru daerah lain di sekitar Sumatera Barat.

Pada tahun 1901, Datuk Sutan Marajo menerbitkan dan memimpin sendiri sebuah surat kabar yang diberinya nama "Warta Berita" yang merupakan surat kabar pertama di Indonesia.

Ini menjadi bacaan menarik lainnya mengenai Surat Kabar yang terbit di Sumatera Barat ataupun Surat Kabar berbahasa Melayu dan beraksara latin pertama di Indonesia. (Charlie/berbagai sumber)

Editor:Calva
Kategori:PON
wwwwww