Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
13 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
11 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
3
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
13 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
4
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
10 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
15 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
10 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Home  /  Berita  /  Voli

Perjuangkan Nasib Petani Kelapa, Sekdakab Inhil 'Mencari Perhatian' di Riau Investment Forum 2016

Perjuangkan Nasib Petani Kelapa, Sekdakab Inhil Mencari Perhatian di Riau Investment Forum 2016
Acara Riau Investment Forum 2016 di Ballroom Dang Merdu Bank Riau Kepri. (Foto: Ratna SD)
Selasa, 25 Oktober 2016 03:46 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Riau Investment Forum 2016 digelar sebagai ajang promosi beragam potensi ekonomi dan bisnis yang ada pada 12 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Momen ini pun benar-benar dimanfaatkan oleh Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) untuk mencari 'perhatian' investor.

"Petani kelapa di Inhil sangat membutuhkan kehadiran investor. Apa lagi kondisi seratus ribu hektare kebun kelapa di Inhil saat ini sudah rusak parah," ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Inhil, Said Syarifuddin kepada Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal, Lestari Indah dalam acara Riau Investment Forum di Ballroom Dang Merdu Bank Riau Kepri, Selasa (25/10/2016) siang.

Masih dikatakan Sekda Inhil, kondisi perkebunan kelapa yang rusak semakin diperburuk dengan rendahnya harga kelapa yakni berkisar Rp1.800 per butir dan itu pun tidak dibayar langsung.

Sementara di perbatasan Guntung, kapal Malaysia sudah menanti untuk membeli kelapa petani lokal dengan harga yang cukup tinggi yakni Rp2.800 hingga Rp3 ribu setiap butirnya dan dibayar langsung.

"Kalau kelapa dibeli dengan harga yang pantas, otomatis petani kita tidak akan menjual hasil kebunnya kepada asing. Ini harus menjadi perhatian pemerintah," imbuh Said Syarifuddin dalam forum yang dihadiri beragam asosiasi terkait penanaman modal. adv

Kategori:Voli
wwwwww