Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
23 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
21 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
3
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
23 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
4
STY Pastikan Motivasi Persija Jakarta Tetap Terjaga
Sepakbola
24 jam yang lalu
STY Pastikan Motivasi Persija Jakarta Tetap Terjaga
5
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
21 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
6
Duet Risto Vidakovic dan Edin Prljaca Tangani PSIM Yogyakarta
Sepakbola
22 jam yang lalu
Duet Risto Vidakovic dan Edin Prljaca Tangani PSIM Yogyakarta
Home  /  Berita  /  Badminton

Tony Wenas: Membangun Trust Global, APRIL Seimbangkan Produksi dengan Kelestarian Lingkungan

Tony Wenas: Membangun Trust Global, APRIL Seimbangkan Produksi dengan Kelestarian Lingkungan
CEO APRIL Tony Wenas (2 dari kiri).
Kamis, 27 Oktober 2016 18:49 WIB
Penulis: Hasan Basril
BANDUNG - Dibutuhkan waktu panjang untuk membangun reputasi perusahaan. Ironisnya, ketika reputasi itu cidera, maka untuk memulihkannya sangat sulit.

Demikian disampaikan CEO APRIL Tony Wenas saat menjadi pembicara pada diskusi bertajuk: Reputasi Indonesia: Membangun Global Trust, di Hotel Aryaduta, Bandung, Jawa Barat, Kamis (27/10/2016) sore. Diskusi tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dalam Konvensi Nasional Humas Indonesia 2016.

Tony menjelaskan, saat ini pulp (bubur kertas) dan kertas produksi APRIL diekspor ke 85 negara. Ini merupakan bukti adanya global trust (kepercayaan dunia) terhadap APRIL. Menurut Tony, kepercayaan itu tidak hanya karena kualitas produk APRIL, tapi juga sangat ditentukan kesungguhan APRIL menjaga keseimbangan produksi dengan kelestarian lingkungan.

Diungkapkan Tony, ketika terjadi kebakaran di lahan konsesi, tidak jarang pihak perusahaan dituding sengaja melakukan pembakaran. Padahal, bagi APRIL, ranting pun sangat berharga, karena bisa digunakan sebagai bahan baku pulp. ''Sehingga kita akan berupaya menjaga semua tanaman di areal konsesi terhindar dari kebakaran. Sebab, kalau terbakar, jelas sangat merugikan kita,'' ujarnya.

Menurut Tony, perusahaan harus bagus dulu di dalam, sebelum menginformasikan hal yang bagus itu keluar. ''Beban humas akan menjadi lebh mudah membangun reputasi perusahaan bila kondisi perusahaannya di dalam sudah benar,'' kata Tony mengingatkan.

Tony Wenas yakin perusahaan lainnya di Indonesia bisa jadi pemain global bila bersungguh-sungguh membangun reputasi perusahaannya. ''Tapi ingat, membangun reputasi perusahaan hingga mendapatkan kepercayaan dunia itu memerlukan kesungguuhan dan waktu panjang,'' ulangnya.***

Kategori:Riau, PON, Badminton
wwwwww