Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
14 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
12 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
3
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
14 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
4
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
11 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
16 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
13 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Badminton

Trimedya: Catat, Vonis Jessica Jadi Pertaruhan Reputasi Tito

Trimedya: Catat, Vonis Jessica Jadi Pertaruhan Reputasi Tito
Kamis, 27 Oktober 2016 17:15 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR Trimedya Panjaitan menilai vonis Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) atas Jessica Kumala Wongso yang akan dibacakan hari ini bukan semata-mata persoalan benar dan salah.

Dalam pengamatan Trimedya, vonis itu juga menjadi pertaruhan bagi kredibilitas Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Sebab, Tito pernah bersentuhan dengan kasus itu ketika menjabat Kapolda Metro Jaya.

"Ini soal reputasi Mas Tito, kan beliau dulu kapolda. Dirkrimumnya (Direktur Reserse Kriminal Umum, red) Krishna Murti," kata Trimedya, Kamis (27/10).

Politikus PDI PErjuangan itu menegaskan, Tito jelas punya korelasi dengan kasus Jessica yang kini didakwa membunuh Wayan Mirna Salihin. Sebab, Tito saat menjadi Kapolda Metro Jaya jelas bertanggung jawab atas proses penyelidikan dan penyidikan kasus itu.

"Kan semua kasus penanggung jawab utama kapolda, terutama yang menarik perhatian. Itu kalau nggak mereka yakin dasar hukumnya, dua alat bukti, ya mereka kan tidak akan berani (naik penyidikan)," jelas Trimedya.

Namun demikian, politikus asal Sumatera Utara ini meyakini profesionalitas Tito termasuk saat memimpin Polda Metro Jaya. Sebab, Trimedya mengenal mantan kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme itu sebagai sosok polisi profesional.

"Saya yakin lah, orang banyak kenal Mas Tito, beliau cukup hati-hati dalam menangani sebuah perkara. Ini soal profesionalisme polisi. Tapi kalau kita ikuti ini, saya yakin (divonis bersalah)," pungkasnya. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:JPNN
Kategori:Badminton, Olympic, Beladiri, DKI Jakarta
wwwwww