Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
23 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
2
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
23 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
3
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
24 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
4
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
5 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
5
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
Hukum
23 jam yang lalu
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
6
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Home  /  Berita  /  Riau

Dari Hasil Outopsi Jenazah Pencari Ikan di Rohul, Polisi Menduga Korban Meninggal Karena Dibunuh

Dari Hasil Outopsi Jenazah Pencari Ikan di Rohul, Polisi Menduga Korban Meninggal Karena Dibunuh
Petugas Kepolisian saat mengevaluasi jasad korban. (istimewa)
Sabtu, 29 Oktober 2016 21:11 WIB
Penulis: Hermanto Ansam
PASIRPENGARAIAN - Sebab musabab kematian seorang pencari ikan di Rokan Hulu, yakni Nasrul (39) warga Dusun Pasir Jambu, Desa Rambah Tengah Hilir, Rokan Hulu (Rohul) yang mayatnya ditemukan di kolam bekas galian C, diduga merupakan korban pembunuhan.

Kesimpulan tersebut, menurut Kapolres Rokan Hulu AKBP Yusup Rahmanto melalui Paur Humas Ipda Efendi Lupino, berdasarkan hasil dari outopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau, Sabtu (29/10/2016).

"Tim dokter sudah menyerahkan hasilnya, dan bisa disimpulkan penyebab kematian korban adalah akibat belitan atau bekapan yang mengakibatkan korban kekurangan asupanĀ  oksigen. Jadi berdasarkan laporan itu sementara kita menduga korban dibunuh," tukasnya.

Hasil laporan outopsi yang dipimpin Dr Muhammad Tegar SPF dan beranggotakan sebanyak 15 orang tersebut, diperkuat oleh pernyataan Kasubid Dokkes Polda Riau, Kompol Supriyanto, di mana katanya, setelah dilakukan pembedahan, korban tidak meninggal karena luka yang dialaminya.

"Dari hasil pembedahan, bisa kita simpulkan, luka yang ditemukan pada korban tidak mematikan. Itu artinya luka tersebut tidak menyebabkan kematian," paparnya.

Saat mayat korban ditemukan pertama kali di pinggir kolam bekas Galian C, terdapat luka pada punggung, pinggang dan luka tembus di telapak tangan korban.

Sementara itu seorang tokoh masyarakat setempat menyatakan salut dengan kesigapan petugas Kepolisian dalam menangani kasus kematian korban Nasrul dan mengungkapkan penyebab kematiannya.

"Karena dugaan sementara korban dibunuh, maka pihak Kepolisian saat ini telah menerjukan tim. Tim tersebut nantinya akan mengusut siapa dalang pembunuhan dan apa motifnya," ujar Lupino.

Ditanya apakah sudah mendapat informasi siapa pelakunya, Lupino saat ini belum bisa memastikannya. "Belum kita akan lakukan penyelidikan terlebih dahulu, yang jelas kita akan meminta keterangan beberapa saksi dan warga sekitar," pungkasnya. ***

Kategori:Riau, Beladiri, Olympic
wwwwww