Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
20 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
2
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
21 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
3
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
21 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
4
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
Hukum
20 jam yang lalu
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
5
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
6
MA Batalkan Suket Gibran, Mulyanto Minta DPR Segera Bentuk Pansus
Nasional
21 jam yang lalu
MA Batalkan Suket Gibran, Mulyanto Minta DPR Segera Bentuk Pansus
Home  /  Berita  /  Badminton

Blusukan di Pasar Seni Bantul, Zulkifli Hasan Belajar Membatik dan Borong Kain

Blusukan di Pasar Seni Bantul, Zulkifli Hasan Belajar Membatik dan Borong Kain
Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan saat belajar Membatik. (humas MPR)
Minggu, 30 Oktober 2016 11:12 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Dalam kunjungan ke Bantul, Jogjakarta, 29 Oktober 2016, selepas memberi Sosialisasi 4 Pilar MPR, Ketua MPR Zulkifli Hasan blusukan di Pasar Seni, Gabusan.

Ketika melakukan blusukan di pasar seni itu, Zulkifli Hasan disambut para pengrajin seni dan pedagang kerajinan tangan. Di salah satu sudut, terlihat beberapa ibu sedang membatik. Di tempat itu, Zulkifli Hasan melihat dan diajak untuk ikut membatik. "Wah ternyata tidak mudah," ujarnya dengan ceria.

Di tempat membatik lainnya bahkan Zulkifli Hasan diajak untuk menggoreskan kanvasnya di sebuah kain putih. Di kain putih yang sudah tergores sebuah motif, Zulkifli Hasan diminta untuk menambahkan warna hitam. Dengan semangat, Zulkifli Hasan melakukan itu. Selanjutnya di sebuah kain putih yang terbentang, pria asal Lampung itu menulis kalimat Pasar Seni Gabusan.

Selepas berada di bagian membatik, ia singgah di sebuah stand di mana baju batik yang sudah siap pakai diperdagangkan. Di tempat ini ia membeli langsung beberapa potong dan membayar tunai.

Beranjak dari toko batik, melanjutkan blusukan ke tempat pembuatan kerajinan lainnya. Di tempat yang lain adalah menyaksikan pengrajin perak tengah menatah sebuah bentuk benda seni.

Di pasar seni ini beragam benda seni semacam batik, gerabah, kerajinan dari kayu, dan perak selain dipasarkan, juga dipamerkan. di tempat ini, kerajinan itu dibuat secara langsung dan alami. ***

wwwwww