Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sebagian PNS Akan Dipindahkan ke Desa, Ini Kriterianya
Nasional
21 jam yang lalu
Sebagian PNS Akan Dipindahkan ke Desa, Ini Kriterianya
2
Pengungkapan Asal Mula Covid-19: "Saya bisa Menghilang Kapan Saja"
Kesehatan
22 jam yang lalu
Pengungkapan Asal Mula Covid-19: Saya bisa Menghilang Kapan Saja
3
Mendagri Tekankan Disiplin Protokol Kesehatan pada Persiapan Pembelajaran Tatap Muka
Pemerintahan
23 jam yang lalu
Mendagri Tekankan Disiplin Protokol Kesehatan pada Persiapan Pembelajaran Tatap Muka
4
Padat Karya Kemendes PDTT Sasar 5 Juta Pekerja Desa
Pemerintahan
23 jam yang lalu
Padat Karya Kemendes PDTT Sasar 5 Juta Pekerja Desa
5
Cyber Indonesia Laporkan Anji ke Polisi
Hukum
22 jam yang lalu
Cyber Indonesia Laporkan Anji ke Polisi
6
Kisah Mualaf Wilfred Hoffman, Publikasikan Buku Menggegerkan Saat Jadi Dubes Jerman di Maroko
Umum
22 jam yang lalu
Kisah Mualaf Wilfred Hoffman, Publikasikan Buku Menggegerkan Saat Jadi Dubes Jerman di Maroko
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Blusukan di Pasar Seni Bantul, Zulkifli Hasan Belajar Membatik dan Borong Kain

Blusukan di Pasar Seni Bantul, Zulkifli Hasan Belajar Membatik dan Borong Kain
Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan saat belajar Membatik. (humas MPR)
Minggu, 30 Oktober 2016 11:12 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Dalam kunjungan ke Bantul, Jogjakarta, 29 Oktober 2016, selepas memberi Sosialisasi 4 Pilar MPR, Ketua MPR Zulkifli Hasan blusukan di Pasar Seni, Gabusan.

Ketika melakukan blusukan di pasar seni itu, Zulkifli Hasan disambut para pengrajin seni dan pedagang kerajinan tangan. Di salah satu sudut, terlihat beberapa ibu sedang membatik. Di tempat itu, Zulkifli Hasan melihat dan diajak untuk ikut membatik. "Wah ternyata tidak mudah," ujarnya dengan ceria.

Di tempat membatik lainnya bahkan Zulkifli Hasan diajak untuk menggoreskan kanvasnya di sebuah kain putih. Di kain putih yang sudah tergores sebuah motif, Zulkifli Hasan diminta untuk menambahkan warna hitam. Dengan semangat, Zulkifli Hasan melakukan itu. Selanjutnya di sebuah kain putih yang terbentang, pria asal Lampung itu menulis kalimat Pasar Seni Gabusan.

Selepas berada di bagian membatik, ia singgah di sebuah stand di mana baju batik yang sudah siap pakai diperdagangkan. Di tempat ini ia membeli langsung beberapa potong dan membayar tunai.

Beranjak dari toko batik, melanjutkan blusukan ke tempat pembuatan kerajinan lainnya. Di tempat yang lain adalah menyaksikan pengrajin perak tengah menatah sebuah bentuk benda seni.

Di pasar seni ini beragam benda seni semacam batik, gerabah, kerajinan dari kayu, dan perak selain dipasarkan, juga dipamerkan. di tempat ini, kerajinan itu dibuat secara langsung dan alami. ***


wwwwww