Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
23 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
16 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
3
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
16 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
4
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
16 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
5
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
22 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
21 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Voli

APBK-P Pidie Tahun Ini Rp2,2 Triliun Lebih

APBK-P Pidie Tahun Ini Rp2,2 Triliun Lebih
Ilustrasi
Selasa, 08 November 2016 16:53 WIB
Penulis: Amiruddin
SIGLI - Jumlah Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten Perubahan (APBK-P), Pidie tahun 2016 mencapai Rp2.282.421.130.073,21. Hal itu terungkap pada pembukaan pembahasan Rancangan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KU-PAPBK) di Gedung DPRK, Selasa (8/11/2016).

Jumlah anggaran tersebut di antaranya, pendapatan semula Rp2.101.379.174.888, mengalami perubahan menjadi Rp2.094.091.643.800, atau mengalami penurunan sebesar Rp7.287.531.088 atau 0,35 persen.
 
Dengan rinciannya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) semula Rp229.598.584.737, menjadi Rp254.042.605.825, naik sebesar Rp24.444.021.088, atau 10,56 persen.
 
 
Lalu, dana perimbangan semula Rp1.232.302.670.205, menjadi Rp1.171.043.332.709, mengalami penurunan sebesar Rp‎61.259.337.496, atau 4,97 persen. Sedangkan lain-lain pendapatan daerah yang sah dari semula sebesar Rp639.477.919.946, menjadi Rp669.005.705.266, mengalami kenaikan sebesar Rp29.527.785.320, atau 4,62 persen.
 
Sementara pada sisi belanja daerah sebelum perubahan Rp2.170.486.938.817, dalam rancangan perubahan menjadi Rp2.282.421.130.073,21, yakni naik sebesar Rp111.934.191.256.,21, atau 5,16 persen.
 
 
Rinciannya belanja tidak langsung semula Rp1.346.069.427.570, menjadi Rp1.359.049.150.659,21, mengalami kenaikan sebesar Rp12.979.723.089,21, atau 0,96 persen, dan belanja langsung dari Rp824.417.511.247, menjadi Rp 923.371.979.414, yakni naik sebesar Rp98.954.468.167, atau 12 persen.
 
Pada sisi penerimaan pembiayaan juga mengalami kenaikan Rp69.107.763.929, menjadi 188.329.486.273,21, mengalami kenaikan sebesar Rp119.221.722.344,21, atau 172,52 persen.
 
 
Sedangkan pengeluaran pembiayaan tidak ada, sehingga pembiayaan bersih yang semula Rp69.107.763.929, menjadi Rp188.329.486.273,21, naik sebesar Rp119.221.722.344,21, atau 172,52 persen.
 
Demikian dikatakan Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Pidie, Amiruddin pada pembukaan KUA-PAPBK Pidie, di Gedung DPRK, Selasa (8/11/2016). Setelah pembukaan sidang dibubarkan dan akan dilanjutkan malam ini.

Editor:Kamal Usandi
Kategori:Voli
wwwwww