Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
24 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
2
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
5 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
3
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
Hukum
24 jam yang lalu
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
4
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
5
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
7 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Home  /  Berita  /  PON

Masih Banyak Batas Wilayah antara Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang yang Membingungkan Warga

Masih Banyak Batas Wilayah antara Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang yang Membingungkan Warga
Salah satu gerbang yang menunjukkan batas wilayah Kota Medan dengan Kabupaten Deliserdang di Jalan Letda Sujono yang masih membingungkan warga. Rabu 9/10/2016
Rabu, 09 November 2016 13:57 WIB
Penulis: Yusuf Ahmad

MEDAN- Selama ini tapal batas yang digunakan sebagai tanda batas wilayah antara Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang adalah sungai.  Di mana antara wilayah Medan dan Deliserdang sejak dahulu identik dipisahkan sesuai aliran sungai yang ada. Namun kini, seiring perkembangan lingkungan dan jumlah penduduk hal tersebut tampak tak berlaku lagi. 

Salah satunya di gerbang yang menunjukkan batas wilayah Kota Medan dengan Kabupaten Deliserdang di Jalan Letda Sujono Medan yang berbatasan antara kecamatan Medan Denai dan Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang yang masih membingungkan warga.  

Menurut Penasehat Fraksi Demokrat DPRD Medan Burhanuddin Sitepu penetapan tapal batas Kota Medan dinilai penting mengingat perkembangan penduduk yang kian dinamis.   "Kami mendorong Pemko Medan dapat memediasi pertemuan dengan pihak-pihak terkait itu, sehingga tapal batas Kota Medan bisa segera terwujud.  "Kondisi riil saat ini, jalur sungai justru telah berbelok-belok.

Nah, mana lagi batas wilayah antara Medan dan Deliserdang? Warga justru patok memakai tiang sebagai tanda batasnya. Kita miris melihatnya begitu," kata Penasehat Fraksi Demokrat DPRD Medan Burhanuddin Sitepu kepada GoSumut, Rabu (9/10/2016). 

Di sisi lain, kata legislator Dapil II ini, cakupan lingkungan sesuai perkembangan penduduk yang ada, sudah tidak sebanding lagi. Artinya, perlu dilakukan pemekaran wilayah dalam satu lingkungan agar aparatur setempat dapat memberi pelayanan yang baik kepada setiap warga. 

"Bahkan ada yang harus naik angkot untuk bertemu kepala lingkungannya. Kasihan kan melihat masyarakat kesulitan seperti itu. Belum lagi warga keperluan mendadak dan sangat penting.  "Ini sangat perlu sekali menurut kami, sehingga ke depan penataan wilayah antara kita (Medan) dan Deliserdang bisa lebih baik lagi," pungkasnya. 

Editor:Wie Dya
Kategori:Voli, PON
wwwwww