Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
23 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
2
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
23 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
3
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
23 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
4
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
Hukum
22 jam yang lalu
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
5
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
6
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
4 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Home  /  Berita  /  PON

Kuda Lumping, Tarian Simbol Kedigdayaan Rakyat Jawa Muncul di Desa Transmigrasi Pelalawan

Kuda Lumping, Tarian Simbol Kedigdayaan Rakyat Jawa Muncul di Desa Transmigrasi Pelalawan
Atraksi Kuda Lumping di Desa Sari Mulya, Kecamatan Pangkalan Lesung.
Rabu, 09 November 2016 13:53 WIB
Penulis: Farikhin
PANGKALANKERINCI - Berbagai kesenian tradisional masyarakat Jawa, khususnya Kuda Lumping, sampai sekarang tetap eksis di daerah transmigrasi. Seperti salah satu desa transmigrasi di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.

Hal ini terbukti dengan pertunjukan Kuda Lumping yang berlangsung pada acara peresmian gedung posyandu dan semenisasi program Pengembangan Irigasi Desa (PID) Desa Sari Mulya, Rabu (9/11/2016).

Penonton yang merupakan warga masyarakat sekaligus tamu undangan menikmati setiap tari, irama musik dan tontonan yang membuat mereka takut, penasaran dan mengundang decak kagum.

Kuda lumping merupakan tradisi aksi, gerak dan lagu yang menunjukkan keheroikan seseorang dalam atraksi memakan beling yang diselingi dengan tari dan diringi tembang.

Kesenian Kuda Lumping Ngesti Budoyo yang bersasal dari Desa Sari Mulya, Kecamatan Pangkalan Lesung dibawah pimpinan Sartono?, pada pertunjukannya diiringi tabuhan kendang, gong, seruling dan alat musik tradisional lainnya menghasilkan suara sangat khas.

Baca Juga: Usung Cerita Kerajaan Pelalawan, IKMR Raih Juara Umum PSB Riau Komplek 2016

Disertai dengan aroma kemenyan yang telah dibakar sebagai salah satu persyaratan digelarnya Kuda Lumping, menambah suasana mistis.

Kesenian tradisional ini menimbulkan decak kagum Ketua DPRD Pelalwan, Nasarudin SH MH dan Ketua DPD PAN Pelalawan, Habibi Hapri.

Baca Juga: Semangat Bersama Lestarikan Warisan Bangsa

Habibi berharap agar kesenian Kuda Lumping bisa dijaga dan dilestarikan. Dengan kemajemukan suku yang bermukim di Pelalawan, menjadi warna tersendiri?.

"Aneka suku dan budaya yang kita miliki khususnya di Kabupaten Pelalawan, menjadi ciri khas tersendiri dan bukti berbeda-beda tetap satu di Pelalawan ini," tandas Habibi, disela atraksi Kuda Lumping.*** #PELALAWAN

Kategori:PON
wwwwww