Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
20 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
21 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
17 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
4
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
17 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
5
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
15 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Badminton
Sekilas Kabar dari Korpri

Gadget/Smartphone Bantu Pegawai Negeri Pahami Teknologi Digital

Gadget/Smartphone Bantu Pegawai Negeri Pahami Teknologi Digital
Ilustrasi. (net)
Kamis, 10 November 2016 04:14 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Di era informasi, daya saing bangsa ditentukan oleh kemampuan sumber daya manusianya. Terutama dalam memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) digital yang memberikan dampak perubahan besar bagi kehidupan masyarakat.

Deputi Bidang Pembinaan Manajemen Kepegawaian, Badan Kepegawaian Negara (BKN) Yulina Setiawati NN, SH, MM mengakui, secara formal belum ada survei literasi (keterampilan) para aparatur sipil negara terhadap teknologi digital itu. Namun dirinya sepakat tingkat literasi digital pada PNS masih harus ditingkatkan.

Apalagi, secara kasat mata kuantitas maupun kualitas SDM di bidang TIK pada instansi pemerintah, terutama di daerah, masih sangat terbatas. Masih banyak PNS yang menganggap komputer sebagai piranti untuk mengetik saja.

“Secara formal, kita belum memiliki survei atau kajian terkait hal tersebut. Namun, dengan adanya Pendataan Ulang PNS secara elektronik atau e-PUPNS, sangat membantu meningkatkan tingkat literasi digital atau teknologi informasi dan komunikasi itu. Sebab, setiap PNS harus mengisi data sendiri secara online di komputer,” katanya.

Karena itu, Yulina mengajak para ASN mau berubah dengan belajar menggunakan teknologi informasi dan komunikasi digital. Keengganan untuk belajar hanya membuat PNS makin tertinggal, dan itu menjadi ancaman bagi pengembangan karirnya.

Namun, Yulina pun melihat fenomena makin maraknya penggunaan gadget atau lebih spesifik telepon pintar (smartphone) di kalangan PNS juga turut membantu meningkatkan pemahaman teknologi digital. “Akselerasi literasi digital juga semakin tinggi dengan adanya penggunaan gadget dalam mengakses informasi,” imbuhnya.

Yang jelas, kata Yulina, penerapan teknologi informasi dan komunikasi di pemerintahan melalui e-Government merupakan keniscayaan. “Siap tidak siap, mau tidak mau, PNS dituntut untuk menguasainya agar dapat melayani masyarakat dengan lebih baik. Ini menjadi bagian dari profesionalisme ASN,” kata anggota Ketua I Departemen Organisasi & Kelembagaan di Dewan Pengurus Korpri Nasional ini.

Dia menambahkan, ketidaksiapan PNS menghadapi teknologi digital menyebabkan ketertinggalan suatu daerah dalam e-Government. Lebih jauh lagi akan menimbulkan kesenjangan digital yang berakibat pada ‘ketidakterhubungan’ secara elektronik dengan paran pemangku kepentingan, seperti pemerintah di atasnya, dunia usaha, masyarakat dan lainnya.Dengan perkembangan TI yang sangat massif ini diharapkan pemda mulau menyiapkan layanan publik atau informasi yang dapat diakses melalui aplikasi android. (*/dnl)

wwwwww