Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
17 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
11 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
11 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
11 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
12 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
17 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Home  /  Berita  /  Badminton

Pengamat: Industri Sawit Dapat Jadi Sumber Pemasukan Ekonomi Negara

Pengamat: Industri Sawit Dapat Jadi Sumber Pemasukan Ekonomi Negara
ilustrasi
Senin, 14 November 2016 10:41 WIB
JAKARTA - Pengamat Ekonomi Pertanian dari IPB Didin Damanhuri mengapresiasi positif capaian produktivitas kelapa sawit Indonesia, khususnya menyangkut kuota ekspor. Menurut dia, hal itu menunjukkan kelapa sawit bisa menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Didin mengatakan, (14/11), di tengah melambatnya ekonomi global dan persaingan perdagangan dengan Malaysia, kelapa sawit Indonesia masih mampu unggul secara kinerja produktivitas ekspor.

"Itu hal yang baik. Saingan perkebunan kelapa sawit kita kan dengan Malaysia, namun Indonesia masih bisa mempertahankan sisi ekspornya, menyumbang devisa untuk negara. Kita sama-sama tahu bahwa sampai kini kelapa sawit masih jadi komoditas ekspor," tutur Didin.

Menurut Didin, agar industri kelapa sawit Indonesia tetap bisa menjadi andalan penerimaan negara, bahkan kini lebih besar dari minyak bumi dan gas, pemerintah juga diharapkan perlu serius melakukan pembenahan di sisi hilir atau pengolahannya.

Baca Juga: Izin Mulai 'Terkunci', Bumi tak Bisa Diperlebar, Asian Agri Fokus Bina Petani Swadaya dan Kembangkan Industri Hilir

"Kita jangan sampai terjebak, terlena dengan hasil jumlah produksi kelapa sawit saja," ujar Didin.

Dia mengungkapkan, pembenahan terhadap sisi hilir kelapa sawit akan menjadi membuka dan pendukung berjalannya industri pengolahan nasional yang dilakukan oleh pelaku usaha bangsa Indonesia.

Hal tersebut juga dapat menjadi penangkal masuk dan menguasainya korporasi asing untuk melakukan pengolahan kelapa sawit Indonesia karena bangsa sendiri telah mampu.

"Itu juga bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi, jangan hanya fokus di hulu. Perlu kebijakan keberpihakan politik untuk menata sisi hilir kelapa sawit supaya pengolahan jatuhnya ke pelaku usaha bangsa sendiri," ucap Didin.

Didin mengungkapkan, pembenahan sisi hilir industri kelapa sawit tersebut akan mengubah sudut pandang Indonesia yang selama ini kaku hanya di sektor hulu. Didin berpendapat, Pemerintah Indonesia perlu membatasi kepemilikan asing dalam hal pengolahan kelapa sawit kemudian menyerahkan porsinya lebih banyak ke pelaku usaha nasional.

"Dengan begitu, kita bisa mendongkrak dan menjaga kepentingan pertumbuhan ekonomi bangsa," ucap Didin.

Sebelumnya, Badan Pengelolaan Dana Perkebunan (BPDP) merilis data bahwa ekspor kelapa sawit nasional Januari hingga Agustus 2016 mencapai 28 juta ton ke sebanyak 26 negara. Jumlah tersebut semakin meningkat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu hanya menembus ekspor ke 13 negara. (rls)

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Badminton, Ekonomi, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, DKI Jakarta
wwwwww