Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
16 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
16 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
15 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
4
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
6 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
16 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
16 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Industri Kaleng di Bireuen Digilas Peralatan Moderen

Industri Kaleng di Bireuen Digilas Peralatan Moderen
Pekerja industri, mematri kerajinan kaleng, kukusan kue di kawasan dusun Langan,Geulanggang Tengoh, Kota Juang, Bireuen, Minggu (27/11/2016). [Joniful Bahri]
Minggu, 27 November 2016 16:51 WIB
Penulis: Joniful Bahri

BIREUEN – Di Dusun Lagang, Gampong  Geulanggang  Tengoh, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, terdapat 20 perajin kaleng. Usaha ini masih dikelola secara manual tanpa mesin moderen.  

Dimulai sejak tahun 1965,  industri rumah tangga di Gampong Geulanggang Tengoh ini awalnya bersifat fungsional untuk kehidupan sehari-hari mereka. Kerajinan yang dihasilkan pun masih terbatas seperti penanak nasi, wajan, dandang serta kebutuhan rumah tangga lainnya.

“Awalnya dulu cuma buat kaleng penyiram tanaman, wajan gelas di warung kopi, kaleng untuk takaran beras. Tapi sekarang usaha ini dikembangkan sesuai permintaan pasar,” kata Ketua kelompok Industri, Yuliadi (49), kepada GoAceh, Minggu (27/11/2016).

Awalnya hanya empat kepala keluarga yang meneknui profesi ini dan menggantungkan hidup dari hasil keranjian industri dan tukang patri kaleng. Kini usaha tersebut diteruskan secara turun temurun.  

Menurut Yuliadi,  belakangan ini  Ia  juga melayani pembuatan alat-alat pertanian dan perabot dapur seperti oven, kukusan, cetakan roti, dandang nasi berbagai ukuran yang dibantu empat karyawan. “Saat  ini produk kerajinan kaleng di Dusun Langan, Geulanggang Tengoh  sudah punya pelanggan tersendiri di wilayah Bireuen, Aceh Tengah, Meulaboh, Banda Aceh, Sigli hingga ke Kota Langsa,” katanya.

Meski di Geulanggang Tengoh terdapat empat dusun, hanya di dusun Langang-lah dapat ditemui rumah-rumah yang membuka  usaha kerajinan keleng tersebut. Kendati dikerjakan manual tanpa alat modern, pangsa pasar kerajinan industri kaleng ini masih mampu bertahan di tengah gempuran derasnya produk pabrikan yang berkembang di pasaran saat ini.

Mengalirnya pesanan dari berbagai tempat, turut dipengaruhi hasil yang didapat oleh para perajin, termasuk biaya bagi karyawannya yang selama ini bekerja  ditempatnya. “Untuk saat ini, modal untuk  menghasilkan sebuah produk serta gaji karyawan bisa mencapai Rp2 juta setiap hari, termasuk untuk bahan bakunya,” ujarnya.

Disinggung tentang perhatian dan bantuan pemarintah, Yuliadi mengaku hingga saat belum ada sama sekali. “Pihak Disperindakop dan UKM Bireuen setiap tahun datang untuk mendata seluruh industri yang ada di tempat kami. Apa lagi dari anggota DPRK Bireuen. Tapi bantuan modal usaha belum ada sama sekali,” katanya.

Hal senada diutarakan perajin lainnya, Basri, Menurut Basri pesanan tetap stabil ke berbagai daerah di pelosok Aceh walaupun beberapa harga material naik.“Penguruh kenaikan ini dipicu akibat bahan baku seng atau alumunium di pasran naik sehingga kami terpaksa harus menyesuaikan harganya  juga,” katanya.

Kendati ada kemajuan dan terkenalnya industri buatan putra Bireuen, kususnya di Geulanggang Tengoh, sejauh ini belum mendapat pembinaan, perhatian serius dari pemkab setempat, padahal mereka butuh pengembangan usaha yang lebih sempurna.

"Kami para perajin kaleng di Geulanggang Tengoh, Bireuen tetap mengedepankan kualitas produk dan tidak mengecewakan pelanggan," tutup Basri.

Editor:Zainal Bakri
Kategori:Ekonomi
wwwwww