Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
19 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
16 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
3
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
12 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
4
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
16 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
5
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
13 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
6
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
20 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Riau

Duh! Buang-buang Duit, Keramik Lantai Menara Lancang Kuning Kantor Gubernur Riau yang Masih Layak Diganti Baru

Duh! Buang-buang Duit, Keramik Lantai Menara Lancang Kuning Kantor Gubernur Riau yang Masih Layak Diganti Baru
Lantai keramik di Kantor Gubernur Riau.
Senin, 28 November 2016 13:47 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau diduga sengaja melakukan pembenahan infrastruktur yang mubazir. Salah satunya proyek pembaruan lantai keramik di teras Gedung Menara Lancang Kuning yang sebenarnya masih bagus tanpa cacat.

Menanggapi hal ini, Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman menegaskan agar SKPD terkait tidak membuang-buang duit negara hanya semata-mata untuk menggenjot serapan APBD Riau 2016.

"Kalau masih bagus mengapa diganti, ngabisin uang," tegas Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman kepada GoRiau.com di Balai Pauh Janggi, Gedung Daerah Provinsi Riau, Senin (28/11/2016).

Ia pun menyadari, bahwa beban dan kebutuhan yang ditanggung Pemprov Riau di masa yang akan datang semakin berat. Ini menyangkut banyaknya pelimpahan wewenang dari kabupaten/kota yang menjadi kewenangan provinsi.

Menurutnya, Pemprov Riau harus lebih selektif lagi dalam menggunakan anggaran dan memprioritaskan program-program yang lebih penting.

"Kalau bagus jangan dipaksa-paksa diganti, mendingan untuk uang sekolah. Kewajiban Pemprov makin banyak, harus efisien menggunakan anggaran," tegasnya. ***

Kategori:Voli, Riau
wwwwww