Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
16 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
13 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
3
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
17 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
4
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
9 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
5
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
11 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
11 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Badminton

Andi Mattalatta: Kalau Ada Demo, Berarti Ada Aspirasi yang Tersumbat

Andi Mattalatta: Kalau Ada Demo, Berarti Ada Aspirasi yang Tersumbat
Selasa, 29 November 2016 17:00 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Saat menjadi narasumber Dialog MPR Rumah Kebangsaan, 29 November 2016, Jakarta, anggota Lembaga Pengkajian MPR, Andi Mattalatta, mengatakan esensi demokrasi di Indonesia adalah Sila IV Pancasila.

Diakui oleh Andi bahwa demokrasi di Indonesia sedang berkembang. "proses mencari titik temu," ujarnya.

Disebut dalam masa Orde Baru dulu ada 2 partai politik dan satu Golongan Karya. Ketika dalam masa reformasi, semua lepas. DPR tidak hanya mengurusi masalah legislatif namun juga mengurusi eksekutif. "Itu semua mungkin sedang berproses, sistem yang bagus dan stabil akan ditemukan lewat proses," tukasnya.

Demokrasi yang bagus menurut Andi bila ada titik temu antara aspirasi dan responsif. Aspirasi yang dimaksud oleh Andi adalah rakyat, sedang responsif adalah penguasa. "Kalau aspirasinya minta air, ya dikasih air, jangan dikasih minyak," ujarnya.

Jadi kalau kebebasan dijamin oleh konstitusi maka kebebasan itu harus diimbangi oleh pihak yang mempunyai kewenangan untuk memberi respon dengan baik. "kita butuh pemimpin yang responsif," paparnya. 

Menurut Andi, respon itu tidak hanya dari pemerintah namun juga dari partai politik. Disebut oleh Andi kalau ada demonstrasi berarti ada aspirasi yang tersumbat. (rls)

wwwwww