Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
16 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
12 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
12 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
4
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
18 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
5
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
8 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
6
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
8 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Home  /  Berita  /  Riau

Rekomendasi Workshop KPK Soal TPP di Riau Masih Proses Konsolidasi

Rekomendasi Workshop KPK Soal TPP di Riau Masih Proses Konsolidasi
Demo TPP dan Jasa Pelayanan. (Foto: Ratna SD)
Selasa, 29 November 2016 10:51 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengadakan workshop di Bandung, Jawa Barat bersama 16 provinsi di Indonesia, salah satunya Provinsi Riau pada 23-25 November 2016 lalu. Tujuannya untuk memformulasikan pemberian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) dengan tepat.

"Hasil rapat bersama KPK sedang kami konsolidasikan dengan rumah sakit," singkat Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKP2D), Asrizal kepada GoRiau.com di halaman Kantor Gubernur Riau, Selasa (29/11/2016).

Sekedar pengingat, kebijakan pemberian Tambahan Penghasilan Pegawai dan Tunjangan Profesi Pekerjaan tenaga medis di Riau tengah menjadi permasalahan yang rumit. Bahkan, ratusan tenaga medis dan non-medis RSUD Arifin Achmad telah berulang kali melakukan demo yang berujung pada ancaman mogok kerja untuk menyuarakan tuntutannya.

Yang mana, mereka menuntut Tambahan Penghasilan Pegawai dan Tunjangan Profesi Pekerjaan tenaga medis dibayar secara penuh atau 100 persen tanpa potongan. ***

Kategori:Voli, Riau
wwwwww