Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
21 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
19 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
13 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
4
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
14 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
5
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
14 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
19 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta

Hadir di Riau, Harry Tanoe: Indonesia Sudah Terjerumus Dalam Strategi Pembangunan yang Keliru, Peran Asing Terlalu Besar

Hadir di Riau, Harry Tanoe: Indonesia Sudah Terjerumus Dalam Strategi Pembangunan yang Keliru, Peran Asing Terlalu Besar
Harry Tanoe
Kamis, 15 Desember 2016 23:55 WIB
Penulis: Fahrul Rozi
PEKANBARU - Ketum DPP Partai Perindo Harry Tanoe menilai masalah Indonesia saat ini begitu kompleks. Indonesia sudah terjerumus ke dalam strategi pembangunan yang keliru, pertumbuhan ekonomi yang tidak maksimal dibandingkan dengan potensinya, kesenjangan sosial yang terlalu jauh, dan peranan asing yang terlalu besar.

''Ini menjadi masalah serius kita bersama dan menjadi masalah kita bersama. Indonesia milik kita semua dan kita tidak ingin melihat Indonesia terpuruk lebih lama,'' tuturnya saat hadir di Pekanbaru, Kamis (15/12/2016).

Ketua Umum DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Harry Tanoe Soedibyo ini datang untuk melantik sebanyak 1.100 Dewan Pengurus Ranting (DPRt) dan 30 pengurus sayap Rescue Perindo se Provinsi Riau di Hotel Aryaduta.

Dikatakan, upaya untuk membenahi perekonomian Indonesia harus dilakukan dengan maksimal. Upaya bisa dilakukan antara lain dengan pemberian akses dana murah untuk masyarakat ekonomi lemah, pelatihan-pelatihan dan proteksi, perbaikan kualitas pendidikan, pemberantasan korupsi, penegakan hukum, dan lain sebagainya.

Tujuan adalah mempersempit kesenjangan sosial dan memperbesar kelompok menengah ke atas sehingga mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi negara yang maju. Kader Partai Perindo harus bisa banyak berbuat, sebab dengan keadaan saat ini pemerintah memiliki keterbatasan untuk mengelola berbagai persoalan dengan anggaran yang terbatas.

"Untuk itu agar seluruh kader segera tanggap bila dibutuhkan oleh masyarakat. Laksanakan tugas kalian sebaik-baiknya untuk membangun dan membesarkan partai," jelasnya.

Menurut Harry, Partai Perindo hadir untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat menengah ke bawah, khususnya golongan ekonomi lemah seperti petani, nelayan, buruh dan lain sebagainya. "Tujuannya adalah agar ekonomi tumbuh secara maksimal dengan pemerataan. Berhasil itu mudah, tetapi tidak gratis," tutup dia. ***

wwwwww