Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
19 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
2
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
19 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
3
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
19 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
4
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
24 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
5
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
Hukum
19 jam yang lalu
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
6
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
9 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta

Jika Pariwisata Riau Ingin Cepat Berkembang, Maimanah Umar: Jangan Lagi Ada Jalan Berlubang

Jika Pariwisata Riau Ingin Cepat Berkembang, Maimanah Umar: Jangan Lagi Ada Jalan Berlubang
Senator Riau, Hj. Maimanah Umar saat memberikan cindera mata ke Bupati Siak, Syamsuar, usai RDP di DPD RI. (Muslikhin/GoNews)
Jum'at, 16 Desember 2016 11:42 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Kementerian Pariwisata RI menilai, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif serta seni budaya di Riau sangat-sangat beragam dan sangat berpotensi untuk berkembang. Bahkan jika dikelola dengan baik, meski sekelas Provinsi, bisa mengalahkan negara tetangga seperti Thailand dan Kamboja.

Sependapat dengan Kemenpar, Anggota Komite II DPD RI yang juga Senator asal Riau Maimanah Umar menyampaikan, Provinsi Riau memiliki keaneka ragaman budaya, ratusan destinasi wisata, mulai dari wisata air, wisata religi, wisata sejarah dan wisata seni serta budaya.

Namun demikian kata dia, dalam cita-cita pariwisata Riau Menyapa Dunia, akan sulit tercapai jika masih ada beberapa kendala yang dianggap paling krusial. Salah satunya adalah soal insfratuktur yang belum memadai.

"Jadi begini segencar apapun promosi kita keluar daerah atau ke luar negeri, kalau infratukturnya tidak memadai akan susah. Katakanlah datang wisman dari Malaysia mau ke Bono, jalannya tak bisa dilewati tentu mereka kecewa," ujarnya kepada GoRiau.com, (GoNews Group) , Jumat (16/12/2016) di Jakarta.

Untuk itu sambungnya, dirinya selaku anggota DPD RI daerah pemilihan Riau, bertekad akan terus memperjuangkan masalah penunjang kepariwisataan di Riau baik promosi maupun soal insfratuktur jalan ke Pemerintah Pusat.

Langkah awal yang sudah dimulai katanya, dimana hari Kamis (15/12/2016) kemarin, pihaknya telah menggelar rapat koordinasi dengan pihak Kementerian PUPR, Kementerian Pariwisata, serta Pemprov Riau dan jajaran Pemerintah Kabupaten/Kota se-Riau.

"Ini baru langkah awal. Seperti yang sudah saya sampaikan dalam rapat kemarin. Bahwa akses jalan menuju destinasi wisata terutama pembangunan jalan tol antara Pekanbaru-Dumai sudah lama didambakan oleh masyarakat Riau dan juga jalan-jalan antar Ibu Kota Propinsi dengan Kabupaten/Kota, ini harus mendapat perhatian," ujarnya.

Jika akses jalan ini sudah memadai kata dia, setiap wisatawan baik lokal maupun mancanegara tidak akan ragu untuk berdatangan ke bumi Lancang Kuning.

"Intinya jelas, jika ingin wisata berkembang, jangan adalagi jalan berlubang di Riau. Jadi kalau berlubang saja tidak boleh ada, artinya yang sudah dibangun harus dirawat, yang belum ya segera digesa pembangunannya," paparnya.

Karena katanya lagi, ojek-objek wisata di Provinsi Riau yang begitu banyak memang sudah diupayakan promosi. Namun seperti objek Air Terjun di Lipat Kain Kampar, Ombak Bono Pelelawan, Candi Muara Takus dan destinasi lainyya masih susah diakses wsiatawan.

"Terkait hal ini, kami dari DPD RI merasa bertanggung jawab bersama dengan Pemerintah Provinsi untuk memperjuangkan dan memfasilitasi terwujudnya pemerataan pembangunan di daerah, terrutama yang berkaitan dengan infrastruktur dan obyek wisata yang ada," tukasnya.

Intinya suport dari Pemerintah Pusat sangat-sangat diperlukan. Apalagi kata dia, target kunjungan wisatawan ke Indonesia yang dibebankan ke daerah juga harus mendapat sokongan dari pusat. ***

wwwwww