Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
17 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
13 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
14 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
19 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
5
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
10 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
6
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
10 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Home  /  Berita  /  Badminton

Bukan Bom, Ransel di Pondok Gede Ternyata Berisi Kalender

Bukan Bom, Ransel di Pondok Gede Ternyata Berisi Kalender
Foto: kiriman warga.
Sabtu, 17 Desember 2016 02:11 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota, Jawa Barat, memastikan dua tas ransel yang ditemukan di Kampung Kober, Pondok Gede, Kamis (15/12/2016) malam berisi kalender. Semula tas tersebut diduga bom.

"Hasil pemeriksaan menggunakan sinar x oleh Gegana Polda Metro Jaya diketahui ransel itu berisi 14 kalender hijriyah, peci, tasbih dan handuk," kata Kapolrestro Bekasi Kota Kombes Umar Surya Fana di Bekasi, Jumat (16/12/2016).

Menurut Umar, pihaknya telah bertindak cepat merespons laporan warga di Kampung Kober RT03/RW03 Jatiwaringin, Pondokgede, yang resah dengan temuan dua buah ransel di pelataran masjid Al Muqorrobin.

Ransel hitam itu ditinggalkan pemiliknya di dalam masjid sekitar pukul 20.00 WIB usai jemaah melaksanakan shalat Isya.

Sejumlah jemaah dan warga sekitar merasa resah dengan penemuan barang tersebut karena disinyalir masih berkaitan dengan kejadian penangkapan sejumlah tersangka teroris di Bintara, Bekasi Barat pada pekan lalu.

Warga melalui Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dan petugas RW sepakat menghubungi kepolisian untuk menangani benda yang dianggap mencurigakan itu. "Pukul 00.30 WIB kami langsung melibatkan tim gegana Polda untuk melihat isi dari tas itu menggunakan sinar x," ujarnya.

Hanya dalam tempo beberapa menit, polisi sudah bisa mendeteksi isi dari tas tersebut. Ternyata tas hanya berisi kalender dan sejumlah perlengkapan salat. "Tidak ada tanda-tanda bahan peledak di tas itu. Mungkin ini berkaitan dengan trauma warga pascapenangkapan terduga teroris di Bintara, Bekasi Barat, beberapa hari lalu. Saya memakluminya," katanya. ***

Sumber:Antara
Kategori:Badminton, PON, Olympic, DKI Jakarta
wwwwww