Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
16 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
16 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
15 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
4
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
6 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
16 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
16 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Badminton

Jangan Tidur dalam Keadaan Marah, Ini Dampak Buruknya...

Jangan Tidur dalam Keadaan Marah, Ini Dampak Buruknya...
ilustrasi
Minggu, 25 Desember 2016 14:04 WIB
KITA sering mendengar nasihat lawas yang menganjurkan untuk tidak pergi tidur dalam keadaan marah. Sekarang, para peneliti lewat studi ilmiah telah mengungkapkan alasannya.

Penelitian yang dilakukan tim dari Beijing Normal University itu telah diterbitkan pada jurnal Nature Communications. Studi mengungkap, mereka yang tidur dalam keadaan marah atau merasakan emosi negatif lain cenderung memiliki masalah dengan penyimpanan memori.

Yunzhe Liu, penulis utama studi yang juga merupakan mahasiswa neurosains di University College London menjelaskan, normalnya tidur membantu manusia memproses informasi dan menyimpan memori.

Selama tidur, otak tak berhenti bekerja membuat memori baru, melakukan konsolidasi memori, dan mengaitkannya dengan memori yang lebih dulu ada.

Sebagai contoh, kata Dia, tidur sebelum belajar terbukti dapat membantu otak menyiapkan formasi memori yang tepat. Sayangnya, emosi negatif akibat bertengkar sebelum tidur dapat berdampak buruk terhadap proses itu dan membuat memori negatif bertahan lama di otak.

Liu dan tim membuktikannya dengan meneliti 73 mahasiswa pria di Inggris dengan teknik khusus. Mereka diminta melihat foto-foto wajah netral sekaligus foto bermuatan negatif yang menyedihkan atau mengerikan, lalu dilihat dampaknya dengan pemindaian aktivitas otak.

Eksperimen tersebut diulang hingga beberapa hari dan para peserta rupanya mengalami kesulitan melupakan memori mengenai gambar buruk yang mereka lihat. Liu menjelaskan, memori buruk itu tetap tinggal dalam waktu lama dan tak terproses layaknya kondisi normal.

"Kami percaya temuan bahwa otak menahan memori tertentu bisa berguna untuk penanganan stres akibat trauma, meski belum dapat serta-merta diaplikasikan," tuturnya.(rol)

Editor:Arie RF
Sumber:republika.co.id
Kategori:Badminton
wwwwww