Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
23 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
21 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
3
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
17 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
4
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
21 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
5
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
18 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
6
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
22 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Badminton

Mau Serang Polisi Pakai Golok, Dua Terduga Teroris Ditembak Mati

Mau Serang Polisi Pakai Golok, Dua Terduga Teroris Ditembak Mati
ilustrasi Densus 88
Senin, 26 Desember 2016 17:06 WIB
JAKARTA - Dua dari empat terduga teroris yang ditembak mati Detasemen Khusus 88 Antiteror Markas Besar Kepolisian berencana menyerang pos polisi bunder Purwakarta, Jawa Barat saat malam Tahun Baru 2017.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Rikwanto mengatakan, kelompok ini sudah melakukan survei beberapa lokasi yang akan dijadikan sasaran.

Setelah survei, kata dia, kelompok ini memutuskan untuk menyerang polisi yang berjaga di pos bunder.

Pertimbangnnya, karena pengamanan di pos polisi lebih lengang dibanding kepolisian sektor maupun kepolisian resor.

"Tindakannya akan dilakukan pada malam tahun baru," kata Rikwanto di Mabes Polri, Senin (26/12).

Rikwanto menjelaskan, dua orang dari mereka akan melakukan penyerangan kepada polisi menggunakan senjata tajam.

Dua pelaku lainnya mengawasi dan siap membawa kedua rekannya beraksi melarikan diri.

Berkat kejelian Densus, rencana mereka berhasil digagalkan. Densus sudah mengikuti kelompok ini sejak dari Bandung. Mereka sempat indekos di Bandung.

Namun, warga di sekitar merasa curiga dan mereka berpindah tempat. Karena itu Densus sempat kehilangan jejak.

"Saat ditangkap terjadi pergumulan antara petugas dan terduga pelaku," kata Rikwanto.

Dari pengembangan penyelidikan, diketahui ada dua terduga lain yakni Abu Faiz dan Abu Sofi di rumah terapung waduk Jatiluhur.

Mereka berada di rumah terapung sejak 20 Desember 2016. Karena penampilan lusuh, pemilik kontrakan tidak memungut bayar.

Kedua pelaku juga mencoba melawan. Rikwanto mengatakan, Abu Faiz pertama keluar mengacungkan golok.

Abu Sofi mencoba bersembunyi di bawah rumah terapung. Namun, kemudian Abu Sofi naik dan memberikan perlawanan.

Polisi sudah memberikan lima tembakan peringatan agar mereka menyerah. Namun tidak digubris.

"Dua akan ditangkap melakukan perlawanan sehingga terpaksa dilakukan tindakan tegas dan meninggal dunia," katanya.

Di rumah terapung itu polisi juga menemukan sebuah pesan tulisan tangan. Rikwanto mengatakan surat tulisan tangan ini merupakan perintah dari Abu Faiz untuk siap melakukan aksi menyerang polisi di malam Tahun Baru.

"Catatan tulisan tangan ini penting untuk pengembangan," tegasnya.(jpnn)

Editor:Arie RF
Sumber:jpnn.com
Kategori:Badminton, Olympic
wwwwww