'Nikmatnya Sekejap, Malunya Seumur Hidup, Bosan dengan Sang Bini, Pak Bupati Selingkuhi Istri Polisi'

Nikmatnya Sekejap, Malunya Seumur Hidup, Bosan dengan Sang Bini, Pak Bupati Selingkuhi Istri Polisi
Jum'at, 06 Januari 2017 16:28 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Setelah isu perselingkuhan yang melibatkan Bupati Katingan Ahmad Yantenglie dengan istri seorang Polisi berinisial FY, berbagai cibiran dan komentar para netizen bermunculan di media sosial.

Untuk diketahui, keduanya dipergoki dalam keadaan tidak berbusana di di dalam kamar sebuah rumah, Jalan Nangka. Aksi perselingkuhan itu dibongkar Aipda SH, suami FY sendiri.

Dari penelusuran GoNews.co, Jumat (5/1/2017), berbagai komentar yang menyangkan kejadian perselingkuhan Ini, bermunculan di Whatsapp, Facebook maupun twitter. Para netizen menyangkan, sosok Bupati Katingan yang selingkuh dengan istri polisi.

"Harusnya dia (Bupati,red) adalah publik figur yang memberikan contoh kepada masyarakatnya, ini malah sebaliknya," tulis Jefroni di akun facebooknya.

Bahkan ada yang sedikit lucu saat menulis sindiran buat sang bupati. Akun Yahya Zaini misalnya, dia menulis, "Nikmatnya Sekejap, Malunya Seumur Hidup, Bosan dengan Sang Bini, Pak Bupati Selingkuhi Istri Polisi".

Perselingkuhan Bupati Katingan Ahmad Yantenglie dengan FY sendiri, terungkap karena Aipda SH yang tak lain adalah suami FY, tidak bisa masuk ke dalam rumah karena kuncinya dibawa oleh FY yang tengah dinas malam di RS Mas Amsyar.

Saat disusul, FY ternyata tidak ada di tempat, dia SH pun menyusul ke sebuah rumah kosong dan mendobraknya.Saat memasuki salah satu kamar, ternyata FY tengah bersama pria lain dengan keadaan tanpa busana.

SH tambah terkejut pasangan selingkuhan istrinya itu adalah seorang bupati. Dia lantas melaporkan kejadian itu ke Polsek Katingan Hilir. Lalu seperti apakah sosok Ahmad Yantenglie, pasangan selingkuh FY yang merupakan pegawai farmasi di RS Mas Amsyar?

Dikutip GoNews.co dari merdeka.com, Jumat (6/1/2017), Ahmad Yantenglie lahir 19 Mei 1973 di Desa Handiwung, Kecamatan Tasik Payawan, Kabupaten Katingan, Kalimantan Timur. Dia merupakan salah kader Partai Demokrasi Indonesia (PDI) dan bergabung sejak 1992 sampai 2001.Setelah PDI bubar, dia bergabung dengan PDI Perjuangan (PDIP) pada 2001 dan diangkat menjadi Sekretaris PAC PDIP selama setahun.

Di luar kepartaian, dia juga aktif di berbagai organisasi kepemudaan, yakni Sekretaris I Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ekonomi Unpar, dan Ketua Angkatan Penerus Perjuangan Gerakan Mandau Talawang Pancasila (APPGMTP) Wilayah Katingan.Dia juga ikut menjadi panitia pembentukan Kabupaten Katingan dengan posisi sebagai Sekretaris I.

Di partai, kariernya terus beranjak mulai dari Sekretaris PAC PDIP (2001-2002), Wakil Ketua DPC PDIP (2002-2007), Ketua Badiklatcab PDIP (2002-2007). Dari PDIP, dia menyeberang ke Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) pada hingga diangkat jadi wakil Ketua PLH PDP (2010).Selama menjadi kader PDIP, dia terpilih sebagai wakil bupati mendampingi Duwel Rawing untuk masa jabatan 2003-2008. Setelah itu, dia terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Katingan masa bakti 2009-2013.

Dari DPRD, dia memberanikan diri maju sebagai calon bupati dan dipasangkan dengan Sakariyas pada Pilkada Katingan 2013. Ternyata, dia terpilih setelah melalui dua kali pemilihan dari lawanya Cristanto T Ladju-H Surya dengan persentase suara sebesar 61,61 persen. Dengan hasil itu, dia pun diangkat sebagai Bupati Katingan perideo 2013-2018. ***
loading...
Sumber:gonews.co dan Merdeka.com
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Hukrim, Pemerintahan, DKI Jakarta
wwwwww