Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
24 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
2
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
22 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
3
Ardhi Tjahjoko Optimistis Persija Bisa Tampil Maksimal Hadapi Persebaya
DKI Jakarta
21 jam yang lalu
Ardhi Tjahjoko Optimistis Persija Bisa Tampil Maksimal Hadapi Persebaya
4
Kasus Suap HGB Summarecon Bogor, KPK Dalami Aliran Dana ke Orang Kepercayaan Nusron Wahid
Hukum
24 jam yang lalu
Kasus Suap HGB Summarecon Bogor, KPK Dalami Aliran Dana ke Orang Kepercayaan Nusron Wahid
5
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
6 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
6
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
Home  /  Berita  /  Badminton

Berbanding Terbalik, PDRB Riau Tertinggi di Indonesia tapi Tingkat Pengangguran Lebih Tinggi dari Nasional

Berbanding Terbalik, PDRB Riau Tertinggi di Indonesia tapi Tingkat Pengangguran Lebih Tinggi dari Nasional
Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman. (Foto: Ratna GoRiau.com)
Rabu, 25 Januari 2017 10:38 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman mengaku bingung dengan kondisi pertumbuhan ekonomi di Provinsi Riau. Pasalnya, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Riau pada triwulan I tahun 2016 berhasil berkontribusi sebesar 5,32 persen kepada nasional.

Hal itu pun diimbangi dengan tingkat kemiskinan di Riau yang lebih rendah dibandingkan kemiskinan nasional yakni Riau berada diangka 7,67 lebih rendah dibandingkan angka nasional yang mencapai 10,7 persen.

Anehnya, tingkat pengangguran di Riau tercatat mencapai 7,43 persen dan diketahui justru lebih tinggi dibandingkan nasional yang berada diangka 5,61 persen.

"Ini data yang dihimpun BPS, bukan dibuat-buat. Kalau dilihat-lihat, aneh juga. Kemiskinan menurun, PDRB tertinggi kelima di nasional dan tertinggi di Pulau Sumatera, kenapa tingkat penggangguran justru lebih tinggi dari nasional," kata Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman saat membuka rapat ekpose arah dan kebijakan Provinsi Riau, di kantor Bappeda Riau, Rabu (25/1/2017) pagi.

Seperti diketahui, Perekonomian Provinsi Riau triwulan I tahun 2016 tumbuh sebesar 2,34 persen membaik bila dibandingkan triwulan I tahun 2015 lalu. Yang mana, pertumbuhan ekonomi didukung oleh hampir semua lapangan usaha, kecuali sektor pertambangan dan penggalian yang mengalami kontraksi 2,92 persen dan administrasi pemerintahan dengan kontraksi 5,07 persen.

Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh pengadaan listrik dan gas yang mencapai 19,6 persen, diikuti sektor jasa lainnya yang mencapai 5,65 persen, dan Industri pengolahan sebesar 5,48 persen.

Berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar berlaku triwulan I tahun 2016 mencapai Rp162,19 triliun dan atas dasar harga konstan tahun 2010 mencapai Rp110,20 triliun.

Secara spasial pada triwulan I tahun 2016, Riau berkontribusi sebesar 5,32 persen. Sehingga tahun 2016 lalu, Riau merupakan provinsi dengan PDRB terbesar ke-5 di Indonesia dan terbesar di Pulau Sumatera. ***

Kategori:Badminton, Riau, Voli
wwwwww