Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
24 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
20 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
21 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
17 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
16 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
15 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Badminton

Dituduh Gosipkan Kakak Kelas Hamil, Siswi SMK Dikeroyok

Dituduh Gosipkan Kakak Kelas Hamil, Siswi SMK Dikeroyok
ilustrasi
Rabu, 25 Januari 2017 08:06 WIB

TIMIKA - Sial benar nasib AF (16). Siswi kelas satu SMK di Kota Timika, Papua itu babak belur dianiaya dua kakak kelasnya karena diduga telah menyebarkan gosip bahwa kakak kelasnya hamil.


“Ada teman yang kasih tahu ke kakak kelas itu, terus mereka datang pukul saya,” ujar korban saat melaporkan kasus penganiayaan terhadap dirinya di Polres Mimika, Senin (23/1/2017) lalu.

Seperti diberitakan Radar Timika, AF mengungkap, hanya karena menyebarkan gosip hamil dari mulut ke mulut akhirnya sampai ke telinga kakak kelas yang dituju. Pelaku datang bersama beberapa temannya, dan langsung menganiaya dirinya di sekitar sekolah.

"Saya yang bilang kakak itu hamil, terus ada yang cerita, terus mereka dengar, langsung datang pukul saya,” ujar AF.

Korban mengatakan, pemukulan dilakukan dua orang dengan tangan kosong. Namun yang datang ada enam orang. Dan di antara beberapa orang itu ada yang mencoba untuk melerai, namun ada yang hanya duduk dan ada juga yang merekam kejadian tersebut.

Atas kejadian tersebut, ibu korban kemudian mengantar korban untuk melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Saat ditemui di Mapolres Mimika, ibu korban mengaku bahwa anaknya dianiaya karena ada kecemburan persaingan di kelas, karena anaknya itu selalu masuk 10 besar, sehingga temannya cemburu sehingga menganiaya anaknya.

“Teman-temannya itu cemburu karena anak ini biar tidak masuk sekolah, tapi selalu masuk 10 besar jadi mereka iri,” terangnya.

Sang ibu menceritakan bahwa anaknya itu babak belur saat pulang sekolah. Dan saat masuk ke rumah anak tersebut berjalan sambil tunduk tertutup topi dan rambut. Namun setelah dilepas baru diketahui wajah anaknya itu bengkak.
“Saya tanya dia, baru mengaku dipukul sama anak-anak di sekolah,” ujanrya.

Selain dipukul anaknya juga diancam bahwa apabila anaknya itu sampai melaporkan penganiayaan tersebut ke polisi akan dipukul kalau masuk sekolah. Bukan hanya itu, beberapa kali terlihat teman-teman pelaku mondar-mandir dengan motor di depan rumah korban untuk mengecek korban.

Kasus tersebut telah dilaporkan ke pihak sekolah, dan pihak sekolah mengambil inisiatif untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Namun orang tua korban tidak terima sehingga, keluarga melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian, untuk memberikan efek jera kepada para pelaku.

“Orang tua mana yang tidak terima kalau anaknya dipukul di sekitar sekolah. Pihak sekolah katanya mau selesaikan, tapi macam tidak ada tanggapan jadi saya bawa ke polisi saja,” terang ibu korban.

Kasus tersebut hingga kini masih ditangani oleh pihak kepolisian resor Mimika. (rex/jpnn)

Editor:Arie RF
Sumber:jpnn.com
Kategori:Badminton, Olympic, Beladiri, Papua
wwwwww