Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Bareng PARFI, Ketua MPR Salurkan Bantuan ke Pekerja Seni
MPR RI
23 jam yang lalu
Bareng PARFI, Ketua MPR Salurkan Bantuan ke Pekerja Seni
2
Cegah Generasi Muda Terjebak Ekstremisme, Basarah: Penting Moderasi Beragama
MPR RI
23 jam yang lalu
Cegah Generasi Muda Terjebak Ekstremisme, Basarah: Penting Moderasi Beragama
3
Heboh, Jenazah Muslimah Dimandikan 4 Pria di RSUD, Suami Almarhumah Dilarang Masuk
Peristiwa
16 jam yang lalu
Heboh, Jenazah Muslimah Dimandikan 4 Pria di RSUD, Suami Almarhumah Dilarang Masuk
4
Imam Masjid Dipukul Pakai Balok Saat Pimpin Shalat Zuhur, Pelakunya Wanita, Ternyata Ini Penyebabnya
Peristiwa
14 jam yang lalu
Imam Masjid Dipukul Pakai Balok Saat Pimpin Shalat Zuhur, Pelakunya Wanita, Ternyata Ini Penyebabnya
5
Jokowi Suruh Tanam Singkong, Prabowo Ini Menhan Apa Mentan Sih?
Pemerintahan
8 jam yang lalu
Jokowi Suruh Tanam Singkong, Prabowo Ini Menhan Apa Mentan Sih?
6
Mundur dari KPK, Febri: Merawat Keyakinan dan Prinsip Lebih Penting
Nasional
14 jam yang lalu
Mundur dari KPK, Febri: Merawat Keyakinan dan Prinsip Lebih Penting
Home  /  Berita  /  GoNews Group

DPR Duga Penyelundupan Senjata di Sudan Rekayasa Negara Lain

DPR Duga Penyelundupan Senjata di Sudan Rekayasa Negara Lain
Anggota DPR RI, Asril Tanjung. (istimewa)
Kamis, 26 Januari 2017 15:41 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Komisi I DPR RI akan menanyakan langsung ke Menhan RI Riyamizard Riyacudu, Menlu RI Retno Marsudi, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, dan Kepala BIN Budi Gunawan terkait adanya informasinya bahwa ada pasukan keamanan Indonesia yang ikut dalam Misi Perdamaian Gabungan Uni Afrika di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa  di Darfur, Sudan yang kabarnya ditangkap pada Jumat (20/1/2017) yang lalu.

Dimana infonya mereka ditangkap di Bandara Al Fashir, Sudan, karena berupaya selundupkan senjata dan amunisi ke luar negara itu. Modusnya mereka menyamarkan senjata tersebut dengan mineral berharga.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Asril Tanjung mengatakan bisa saja dari 51 anggota komisi ada yang mempertanyakan soal itu. Namun dia mengatakan, bisa saja penyelundupan senjata itu di rekayasa oleh oknum dari negara lain.

"Saya berpikir itu juga karena saya tentara juga. Mungkin ada sabotase, mungkin ada yang ingin memlaukan kita. Atau 'ada yang ingin menumpang perahu ke hilir'?. Saya berpikir itu, kalau ga Sabotase, ada keinginan untuk membonceng sehingga ga diperiksa," duganya.

Bukan tanpa alasan. Pasalnya menurut dia bandara di Sudan kondisinya tidak seperti negara-negara lain yang aksesnya tertutup untuk umum. Disana menurut dia bandaranya sangat terbuka.

Dia nampaknya tak percaya jika pasukan perdamaian dari Indonesia melakukan perbuatan kriminal tersebut. Sebab selama ini menurutnya Indonesia merupakan salah satu negara yang tergolong paling besar mengirimkan kontingen. Kontingen asal Indonesiapun selama ini menurut dia dinilai telah bekerja dengan predikat outstanding.

"Jadi ada anggota TNI kita dan polisi yang tergabung UNAMID, ?sudah saatnya mau pulang, ternyata dalam pemeriksaan barang-barang itu ada barang-baranh yang berisi senjata. Seolah-olah anggota kita dituduh menyelundupkan senjata," paparnya.

"Kalau saya lihat senjatanya, itu tyang banyak AK-47. Itu bukan buatan kita. Berarti itu bukan senjata kita. Kedua, saya berpengalaman, sebelum kita ke banndara, kita di basecamp, itu senjata-senjata sudah dikumpul, dimasukan ke container, dicek petugas PBB-nya, kemudian di lock. Itu sejak di basecamp. Baru kita berangkat ke bandara. Di Bandara kita ga boleh pegang senjata karena mau naek pesawat. Paling diperiksa lagi ransel kita, barang-barang kita, ga ada kita bawa senjata lagi," pungkasnya menjelaskan. ***


wwwwww