Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
20 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
20 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
20 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
20 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
20 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
20 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Badminton

Mark Zuckerberg Ingatkan Donald Trump: AS adalah Bangsa Imigran

Mark Zuckerberg Ingatkan Donald Trump: AS adalah Bangsa Imigran
Mark Zuckerberg. (lp6c)
Senin, 30 Januari 2017 08:00 WIB
WASHIINGTON - Pendiri Facebook Mark Zuckerberg, termasuk orang yang tidak mendukung kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tentang larangan warga negara-negara Islam memasuki negeri Paman Sam tersebut.

Mark Zuckerberg mengingatkan Trump tentang sejarah imigrasi di Amerika Serikat bisa dilacak sejak tahun 1600-an, ketika pemukim pertama dari Eropa tiba di 'Dunia Baru' (New World) dan menempati area di Pantai Timur.

Presiden ke-45 AS itu mengeluarkan perintah eksekutif yang melarang pemegang paspor dari tujuh negara yakni Iran, Irak, Suriah, Sudah, Somalia, dan Yaman, masuk ke wilayah AS.

''AS adalah bangsa para imigran, dan kita harus bangga karenanya,''  kata Mark Zuckerberg dalam laman Facebooknya, seperti dikutip dari NPR, Senin (30/1/2017).

Bos Facebook itu mengatakan, nenek moyangnya berasal dari Jerman, Austria, dan Polandia.

Sementara, orang tua sang istri, Priscilla adalah pengungsi dari China dan Vietnam.

''Seperti banyak dari Anda, saya khawatir terkait dampak perintah eksekutif yang baru-baru ini ditandatangani Presiden Trump,'' kata Zuckerber.

Ia menambahkan, pemerintah AS memang harus menjaga agar negara dan rakyatnya aman.

''Namun, sebaiknya kita melakukannya terhadap mereka yang nyata menghadirkan ancaman,'' kata Zuckerber.

CEO Apple, Tim Cook juga menentang kebijakan Donald Trump.

''Apple tak akan pernah ada tanpa imigrasi, apalagi untuk berkembang dan berinovasi dengan cara yang akan kita lakukan,'' kata dia.

Dalam pesan kepada para stafnya, Cook mengaku memahami kekhawatiran mereka terkait kebijakan imigrasi baru pemerintahan Donald Trump. ''Saya berbagi keprihatinan dengan Anda semua. Itu bukanlah kebijakan yang kami dukung.''

Sementara, kepala eksekutif Google, Sundar Pichai menulis memo pada para pegawainya, mengingatkan bahwa perintah eksekutif Donald Trump bisa mencegah setidaknya 187 karyawan Google yang lahir di luar AS memasuki Negeri Paman Sam.

Ia juga meminta staf yang bepergian ke luar negeri untuk secepatnya pulang.

''Sangat menyakitkan melihat dampak secara personal terkait perintah eksekutif tersebut pada para kolega kami,'' kata Pichai.

''Kami kecewa atas dampak perintah tersebut dan setiap proposal  yang dapat membatasi tim Google dan keluarga mereka, atau menciptakan hambatan bagi bakat-bakat besar masuk ke AS.''

Dean Garfield, CEO Industry Technology Information Council mengatakan, keputusan Donald Trump sekonyong-konyong dikeluarkan tanpa peringatan. ''Memicu ketidakpastian untuk berbagai macam orang, termasuk karyawan dalam sektor teknologi.''***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:Badminton
wwwwww