Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
12 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
18 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
11 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
6 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
10 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
7 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Home  /  Berita  /  Badminton

Merinding Bulu Kuduk, Suasana Panti Asuhan Yayasan Tunas Bangsa Pasca Ditutup Terkait Kematian Balita Zikli

Merinding Bulu Kuduk, Suasana Panti Asuhan Yayasan Tunas Bangsa Pasca Ditutup Terkait Kematian Balita Zikli
Panti Asuhan anak milik Yayasan Tunas Bangsa yang dipasangi garis polisi (Foto: Chairul Hadi)
Senin, 30 Januari 2017 06:30 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Panti asuhan anak-anak milik Yayasan Tunas Bangsa yang terletak di Jalan Bukit Rahayu (Singgalang V) Tenayan Raya, Kota Pekanbaru Provinsi Riau sekarang sudah ditutup, bahkan terpasang garis polisi. Tak ada yang boleh melintas masuk.

Sekilas, kondisi panti pasca penutupan ini bisa bikin merinding orang yang melihatnya. Kenapa tidak, bangunan tak terurus itu seakan-seakan menggambarkan cerita bagaimana anak-anak di bawah umur hidup secara tidak layak selama ini.

GoRiau.com (GoNews Group) yang sempat masuk kesetiap ruangan bangunan tersebut melihat banyak sekali barang-barang dengan kondisi yang berantakan. Sisa makanan dibiarkan begitu saja, bahkan ada yang sudah membusuk dan mengeluarkan aroma tak sedap.

Lalu tercium aroma bangkai dari tikus yang sudah mati dan dimakan belatung. Tak ada satu pun ruangan yang kondisinya rapi, semua berantakan. Banyak barang hasil sumbangan tergeletak begitu saja dan tak terpakai.

Masuk lebih dalam, sampah berserakan di mana-mana. Tiap-tiap lorong yang menghubungkan bangunan satu dan lainnya juga tak terawat. Lagi-lagi aroma busuk menyeruak menganggu hidung, yang muncul dari kontur bangunan yang lembab itu.

Baca Juga: Ternyata Ini Profesi Lili Sebelum Mendirikan Yayasan Tunas Bangsa Hingga Miliki 3 Cabang

Tidak ada sirkulasi udara di sana, yang tampak cuma onggokan barang-barang yang tak tahu kegunaannya. Ada mi instan, minuman kaleng, susu, teh, gula, beras dan sebagainya, di mana sebagian sudah kadaluarsa, bahkan berulat.

Panti tersebut sudah beberapa hari ini dipasangi garis polisi, demi kepentingan penyelidikan. Minggu sore tadi polisi sempat membongkar lubang berukuran 1x1 meter yang berada diruang belakang, yang awalnya diduga sebagai kuburan.

Tak akan ada yang kuat berlama-lama berada di kawasan panti tersebut. Namun itu lah yang dirasakan anak-anak titipan selama ini, sebelum kasusnya mencuat pasca meninggalnya balita 18 bulan bernama M Zikli.

Baca Juga: Astagfirullah, Begini Kondisi Panti Jompo dan Gangguan Jiwa di KM 20 Milik Yayasan Tunas Bangsa

Kini panti asuhan tersebut jadi cerita warga setempat. Tiap melintas di depannya, warga selalu menoleh sekedar melihat dengan penuh rasa penasaran. Selama ini warga tak banyak yang tahu soal aktivitas tempat itu.

Tak hanya di dalam, halaman panti asuhan ini juga tak terurus. Rumputnya sudah meninggi. Ada mobil operasional terparkir dengan ditutup terpal. Sepertinya sudah lama tak dipakai, di mana di dalamnya dijadikan tempat menaruh barang sumbangan.

Yayasan Tunas Bangsa yang dikelola seorang wanita bernama Lili ini diketahui punya beberapa cabang, diantaranya panti jompo hingga pengidap gangguan jiwa. Hasil Sidak ditemukan tak ada satu pun panti yang bisa dibilang layak. ***

wwwwww