Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
23 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
2
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
21 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
3
Ardhi Tjahjoko Optimistis Persija Bisa Tampil Maksimal Hadapi Persebaya
DKI Jakarta
20 jam yang lalu
Ardhi Tjahjoko Optimistis Persija Bisa Tampil Maksimal Hadapi Persebaya
4
Kasus Suap HGB Summarecon Bogor, KPK Dalami Aliran Dana ke Orang Kepercayaan Nusron Wahid
Hukum
23 jam yang lalu
Kasus Suap HGB Summarecon Bogor, KPK Dalami Aliran Dana ke Orang Kepercayaan Nusron Wahid
5
12 Anggota PMR DKI Berangkat ke Jepang Ikuti Program Pertukaran Pemuda
Metropolitan
24 jam yang lalu
12 Anggota PMR DKI Berangkat ke Jepang Ikuti Program Pertukaran Pemuda
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Prabowo Subianto: Yang Punya Kekuasaan Pasti Menyadap, Saya Juga Disadap

Prabowo Subianto: Yang Punya Kekuasaan Pasti Menyadap, Saya Juga Disadap
Prabowo Subianto
Selasa, 07 Februari 2017 09:31 WIB

JAKARTA - Prabowo Subianto ikut menanggapi dugaan penyadapan yang dikeluhkan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu menganggap bahwa isu penyadapan pada era saat ini bukan rahasia. Sebab, semua orang memiliki kesempatan untuk menyadap orang lain.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo di sela-sela peringatan Hari Ulang Tahun Ke-9 Partai Gerindra di kantor DPP Partai Gerindra, Senin (6/2).

Meski tidak menyinggung nama SBY secara langsung, Prabowo menilai pada zaman sekarang praktik sadap-menyadap sering dilakukan. Maka tidak heran, penguasa juga melakukan penyadapan, termasuk kepada rival politiknya.

”Karena semua orang pasti nyadap semua orang. Yang punya kekuasaan pasti nyadap, iya kan. Kita kalau bicara yang benar, ya nggak apa-apa. Saya tahu kalau saya juga disadap,” kata Prabowo kepada wartawan.

Menurut Prabowo, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan sadap-menyadap. Hal yang terpenting adalah komitmen pribadi kepada bangsa.

Jika memang konsisten antara pernyataan dan perbuatan, seseorang tidak perlu khawatir percakapannya disadap.

”Kalau kita memang niat baik, kita lakukan semua dalam koridor Pancasila, dalam koridor kebaktian, koridor membakti kepada ibu pertiwi, mengabdi kita bekerja. Semua dengan niat untuk bangsa. Dan kita tidak melanggar hukum, disadap juga nggak apa-apa, iya kan,” kata Prabowo yang diamini sejumlah pengurus DPP Partai Gerindra.

Prabowo menilai, yang terpenting bukanlah mengkhawatirkan penyadapan. Isu yang harus diselesaikan saat ini adalah persoalan bangsa.

Sebab, saat ini masyarakat cenderung sensitif dalam menanggapi sejumlah isu. ”Masyarakat sekarang condong mau menghardik teman sendiri, bangsa sendiri. Untuk apa sih, kita kan semua satu. Berkuasa juga ada saatnya naik, ada saatnya turun. Jadi, nggak usah terlalu dibuat tegang gitu. Itu maunya saya,” kata Prabowo.

Dalam peringatan HUT Partai Gerindra, Prabowo juga berpesan kepada seluruh kader untuk tetap bekerja keras.

Target terdekat adalah memenangkan pemilihan kepala daerah serentak 2017, terutama DKI Jakarta. Untuk itu, seluruh kader harus siap bekerja, mulai dari pusat hingga level terbawah.

”Harapannya, kita tetap setia kepada rakyat, lebih kerja keras. Saya berharap semua kader turun ke bawah, perkuat partai di akar rumput,” tandasnya. (jpnn)

Editor:Arie RF
Sumber:jpnn.com
Kategori:Badminton, Metropolitan, Lingkungan
wwwwww