Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
17 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
11 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
11 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
11 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
12 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
17 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Home  /  Berita  /  Badminton

Fahri Hamzah: Saya Maklum Kalau Pak SBY Merasa Jadi Korban

Fahri Hamzah: Saya Maklum Kalau Pak SBY Merasa Jadi Korban
Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah. (Muslikhin/GoNews.co)
Rabu, 08 Februari 2017 09:51 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Terkait memanasnya hubungan para elit jelang Pilkada, khususnya dengan ungakapan-ungakapan Mantan Presiden SBY yang merasa menjadi korban dan terzolimi, Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mengaku memakluminya.

Pasalnya kata Fahri, SBY diakui atau tidak merupakan salah satu aktor dalam pilkada serentak khususnya di DKI Jakarta.

"Ya kalau serang-serangan ke pak SBY semakin tajam, itu adalah salah satu konsekuensi beliau sebagai 'Aktor Inti' di Pilkada. Jadi saya sih maklum saja kalau beliau merasa jadi korban," ujarnya kepada GoNews.co, Rabu (7/2/2017) di Kompleks DPR/MPR, Senayan Jakarta.

Namun demikian kata Fahri, sebagai aktor utama dalam pilkada, sebenarnya tidak hanya SBY, ada juga Megawati, Prabowo dan para tokoh lainnya bahkan Presiden Jokowi sendiri.

"Jadi seharusnya pilkada ini harus dikelola dengan baik. Ada satu lagi yang saya risaukan, bahwa Presiden Jokowi ini aktor yang saya kira tidak tepat menjadi pemain di pilkada. Kenapa? Karena beliau ini pemimpin seluruh Indonesia bukan DKI saja," tukasnya.

Pasalnya kata Fahri, diberbagai kesempatan Ahok selalu mengklaim bahwa Jokowi akan mendukungnya. Ini yang disayangkan Fahri. "Saya cenderung ingin pak Jokowi keluar dan memberikan pernyataan resmi, bahwa dia tidak ikut campur dalam Pilkada DKI, karena kalau saya simak pidato pak SBY, beliau ini merasa kalau pak Jokowi benar-benar terlibat," paparnya.

Dan Presiden kata Fahri, harus memberikan pernyataan tegas menangkal klaim dari Ahok. "Umumkan secara tegas, supaya persaingan sehat, dan Presiden itu benar-benar tidak memihak. Beliau harus keluar dari hiruk pikuk pilkada, beliau itu pemimpin nasional, tolong kelola politik nasional dengan baik," pungkasnya. ***

wwwwww