Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
6 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
5 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Pujian Osmar Loss buat Mentalitas Pemain Dewa United FC
Sepakbola
33 menit yang lalu
Pujian Osmar Loss buat Mentalitas Pemain Dewa United FC
4
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
28 menit yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
23 menit yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Home  /  Berita  /  Badminton

Januari 2017, 166 Orang di Riau Terserang DBD, 3 Orang Meninggal

Januari 2017, 166 Orang di Riau Terserang DBD, 3 Orang Meninggal
ilustrasi.
Rabu, 08 Februari 2017 10:52 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau melaporkan serangan penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Riau telah menyebabkan sebanyak tiga orang meninggal dunia sepanjang Januari 2017.

Dalam data yang disampaikan Kepala Diskes Riau, Mimi Yuliani Nazir, pihaknya telah mencatat sebanyak 166 pasien terjangkit DBD sepanjang Januari 2017 yang tersebar di tujuh kabupaten dan kota di Riau.

Dengan rincian, Kabupaten Rokan Hulu sebanyak 66 kasus, Kota Pekanbaru sebanyak 39 kasus, Kabupaten Kampar sebanyak 20 kasus, Kuantan Singingi sebanyak tiga kasus.

Kemudian, Indragiri Hilir sebanyak 12 kasus, Rokan Hilir sebanyak 18 kasus dan Kepulauan Meranti sebanyak 8 kasus.

"Dua orang meninggal di Rohul dan satu orang meninggal di Kepulauan Meranti. Jika dibandingkan Januari 2016 lalu, angka kematian DBD di Riau tercatat tujuh orang meninggal. Ada penurunan," kata Kadiskes Riau ini kepada GoRiau.com di Pekanbaru, Rabu (8/2/2017).

Sedangkan, lima kabupaten/kota lainnya seperti Kota Dumai, Kabupaten Indragiri Hulu, Siak, Bengkalis dan Pelalawan belum terdata atau dilaporkan oleh masing-masing wilayah.

Untuk mengantisipasi keterlambatan penanganan DBD, Kadiskes Riau ini pun mengedarkan surat edaran kepada seluruh kabupaten/kota yang ada di Riau. Melalui perantara surat itu, Mimi menginstruksikan pemerintah daerah untuk dapat memberikan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat mengenai bahayanya DBD apabila terlambat ditangani.

"Kita sudah membuat surat edaran ke kabupaten dan kota untuk meningkatkan kewaspadaan DBD. Masyarakat juga kami imbau untuk rutin membersihkan bak mandi dan menaburkan serbuk abate agar jenti-jentik nyamuk mati," pungkasnya. ***

Kategori:Badminton, Riau, Voli
wwwwww