Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
Metropolitan
15 jam yang lalu
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
2
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
2 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
3
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
2 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
4
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
2 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
5
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
2 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
6
Pieter Huistra Tegaskan PSS Siap Berjuang untuk Perbaiki Posisi di Klasemen
Sepakbola
2 jam yang lalu
Pieter Huistra Tegaskan PSS Siap Berjuang untuk Perbaiki Posisi di Klasemen
Home  /  Berita  /  Badminton

Dihadapan Ribuan Warga Nahdlatul Wathan, Oso Ajak Pemuda Waspada Pada Bahaya Narkoba

Dihadapan Ribuan Warga Nahdlatul Wathan, Oso Ajak Pemuda Waspada Pada Bahaya Narkoba
Ketua DPD RI, Oesman Sapta. (dok DPD)
Minggu, 23 Juli 2017 16:27 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
LOMBOK - Dihadapan ribuan warga Nahdlatul Wathan dari berbagai daerah di Indonesia, Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta mengajak para pemuda untuk belajar dengan sungguh-sungguh. Karena hanya dengan belajar, bangsa Indonesia bisa mewujudkan cita-citanya. Dan terlepas dari kekangan bangsa-bangsa lain di dunia.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta saat menyampaikan sambutannya pada HUT Nahdlatul Wathan (NW) ke 82 dan haul ke 20 Al Maghfurullahu Maulana Syekh TG KH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid (Pendiri NW). Acara tersebut berlangsung di Ponpes Nahdlatul Wathan Desa Anjani Kecamatan Suralaga lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Minggu (23/7/2017).

Saat ini kata Oso banyak negara yang tidak ingin melihat Indonesia menjadi negara maju. Mereka bahkan berusaha menguasai Indonesia, agar bisa mengeruk kekayaan alam Indonesia yang sangat melimpah.

"Mereka gagal mempengaruhi para pemimpin Indonesia, mereka juga gagal merusak orang-orang tua, sehingga mengalihkan serangannya pada anak muda", kata Oesman Sapta menambahkan.

Cara yang digunakan negara asing untuk merusak generasi muda adalah melalui narkoba. Karena narkoba bisa menimbulkan ketergantungan, dan membuat pemuda lupa terhadap tanggungjawabnya sebagai pemimpin masa depan. ***

wwwwww