Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
23 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
23 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
23 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
23 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
23 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
23 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Waduh.., Pantas Saja Ikan di Tiku Berkurang, Ternyata Banyak Nelayan Pendatang Gunakan Bom untuk Mendapatkan Ikan

Waduh.., Pantas Saja Ikan di Tiku Berkurang, Ternyata Banyak Nelayan Pendatang Gunakan Bom untuk Mendapatkan Ikan
Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit memperlihatkan hasil tangkapan di Laut Tiku. (foto humas pemprov sumbar)
Senin, 14 Agustus 2017 02:14 WIB
Penulis: Hermanto Ansam
PARIAMAN - Perairan Tiku yang beberapa tahun lalu merupakan salah satu sentra produksi ikan laut di Sumatera Barat, ternyata sekarang tinggal kenangan. Pasalnya, jangankan ikan besar, ikan kecil pun mulai langka.

Penyebabnya, diduga adanya ledakan bom nelayan untuk mendapatkan ikan. Dan itu terbukti dari beberapa lokasi bekas ledakan bom yang masih tersisa yang merusak terumbu karang.

''Disini sudah tidak ada lagi ikan untuk dipancing,'' ujar nelayan Tiku, Arman kepada Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit yang meninjau potensi laut Tiku-Agam Sumatera Barat, Sabtu (12/8/2017)

Menurut Arman, hasil pemantau dan pengamatan kru kapal mengatakan, ada beberapa lokasi bekas ledakan bom yang sudah merusak terumbu karang.

''Dan menurut cerita, kemungkinan ini dilakukan oleh nelayan-nelayan dari luar Sumatera Barat, karena diketahui nelayan Sumbar tidak pernah melakukan hal-hal seperti itu,'' ujarnya.

Menanggapi hal itu, Wagub Nasrul Abit menyatakan,sudah saatnya Pemprov dan Pemkab duduk bersama untuk mencarikan solusi mengembalikan potensi laut Sumatera Barat, sehingga masyarakat nelayan dapat meningkatkan hasil tangkapan untuk kesejahteraan hidup.

''Walau kewenangan potensi laut sudah berpindah ke provinsi, akan tetapi sosialisasi dan menyiapkan masyarakat merupakan kewenangan pemerindah daerah. Sebaik apapun program kita jika tidak didukung oleh masyarakat nelayan yang ada di kabupaten / kota tentu tidak akan berjalan sebagaimana mestinya,'' ujar Nasrul Abit. 

Dan menyikapi kerusakan trumbu karang oleh nelayan, Nasrul Abit menegaskan perlu tindakan nyata oleh pihak terkait seperti Pol Air, TNI dan masyarakat. ''Jika kelihatan, tidak bisa dibiarkan, kejar dan tangkap serta proses sesuai aturan yang berlaku, jika perlu ditenggelamkan,'' tegasnya.

Pada hari itu, Nasrul Abit juga mencoba menggunakan Kapal Pengawas Tenggiri Provinsi Sumatera Barat untuk mengetahui potensi ikan laut dengan memancing bersama.

Namun karena kondisi hujan dan angin yang kurang baik, menghambat tim ke lokasi-lokasi yang diperkirakan memiliki potensi bagus bagi nelayan Tiku,  tapi saat ditemui di lapangan hampir tidak ditemukan potensi yang bagus itu. (ris)

Kategori:Ekonomi, Voli
wwwwww