Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
11 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
11 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
12 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
12 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Ekonomi
8 jam yang lalu
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Home  /  Berita  /  PON

Dokter Hewan Obati Gajah Liar di Lembah Seulawah, Ditemukan Sudah Berbelatung

Dokter Hewan Obati Gajah Liar di Lembah Seulawah, Ditemukan Sudah Berbelatung
Tim BKSDA Aceh dan Dokter FKH Unsyiah mengobati gajah liar di Lamtamot, Gampong Teladan, Kecamatan Seulawah, Aceh Besar, Rabu (16/8/2017). [Ist]‎
Rabu, 16 Agustus 2017 20:19 WIB
Penulis: Hafiz Erzansyah
JANTHO - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh yang didukung Tim Dokter Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala (FKH Unsyiah), mengobati seekor gajah Sumatera liar di hutan sekunder wilayah Lamtamot, Gampong Teladan, Kecamatan Lembah Seulawah, Aceh Besar, Rabu (16/8/2017).‎

 
Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo mengatakan, ?gajah Sumatera liar tersebut mengalami luka yang cukup parah di bagian punggung, kaki kanan depan dan perutnya.
"Lukanya sudah infeksi, bernanah dan bahkan berbelatung di bagian perutnya," ujar Sapto.
?
Dijelaskan, pengobatan sudah berencana dilakukan sejak sehari sebelumnya, namun tim baru berhasil melakukannya hari ini setelah berjalan kaki di hutan dengan jarak tempuh kurang lebih sekitar tiga jam.
?
"Gajah yang terluka berjenis kelamin betina, usianya sekitar 40 tahun. Dari kondisi luka, gajah diduga terkena benda runcing atau benda tajam sekitar sebulan lebih, sehingga sudah infeksi," ungkapnya.
?
Dalam upaya pengobatan, tim juga turut melibatkan dua ekor gajah jinak dari Pusat Konservasi Gajah Saree, Aceh Besar untuk melancarkan proses pengobatan di lokasi.? Gajah betina itu dibutuhkan pengobatan lanjutan agar dapat sembuh.

"Mengingat kondisi gajah cukup parah dan perlu dilakukan pengobatan berulang. Tadinya gajah berencana akan ditarik dan diikat di pinggir hutan agar memudahkan pengobatan lanjutan, tetapi tidak jadi karena setelah ditarik sekitar 1 jam hanya pindah 50 meter."

"Lalu, diputuskan untuk dilepas dan besok akan dimonitor ke lokasi, pengobatan lanjutan dilakukan hingga gajah sembuh, diperkirakan butuh 4 kali pengobatan dan nantinya akan dilepasliarkan kembali," jelas Sapto.?
?
?Saat ditanyai penyebab luka hewan bernama latin elephas maximus sumatrensis ini, Sapto mengatakan, diduga gajah terluka karena benda tajam saat digunakan masyarakat mengusir gajah yang diduga mengganggu dan masuk ke kebun milik warga.

"Kalau diburu tidak, karena ini gajah betina. Tetapi mungkin orang mengusir gajah ini pakai senjata tajam saat masuk dan mengganggu kebun warga," tambah Kepala BKSDA Aceh.?
?

Editor:Zuamar
Kategori:Aceh, PON
wwwwww