Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
13 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
3 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
2 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
5
Peringatah HSP ke-98, Menpora Erick Ingatkan Semangat Sumpah Pemuda Itu Harus Hidup
Kemenpora
3 jam yang lalu
Peringatah HSP ke-98, Menpora Erick Ingatkan Semangat Sumpah Pemuda Itu Harus Hidup
6
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
3 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara

Janji Politik Dzulmi Eldin Masih Jauh Dari Fakta

Janji Politik Dzulmi Eldin Masih Jauh Dari Fakta
Rabu, 16 Agustus 2017 20:30 WIB
MEDAN - Kebijakan Walikota dan Wakil Walikota Medan Dzulmi Eldin dan Akhyar Nasution dinilai masih jauh dari janji-janji politik, terutama dalam sektor pembangunan ekonomi masyarakat. Pedagang tradisional yang merupakan penopang ekonomi mikro ternyata tidak mendapat prioritas dalam rencana kebijakan umum pembangunan Medan tahun 2017.

"Kebijakan umum yang disampaikan Pemko Medan tadi masih terlalu umum, masih jauh dari janji dan komitmen politik. Secara umum masih normatif," kata Anggota Badan Anggaran (Banggar) M Nasir terkait pembahasan Kebijakan Umum Anggaran - Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Rancangan Perubahan Anggaran pendapatan dan Belanja (RPAPBD) Medan 2017 bersama tim anggaran Pemko Medan di gedung dewan, Rabu (16/8/2017).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mencontohkan, pedagang pasar tradisional merupakan pelaku ekonomi mikro yang sudah teruji mampu bertahan saat krisis. Sayangnya Pemko Medan tidak memberikan prioritas terhadap keberadaan pedagang di pasar tradisional dalam penyusunan kebijakan pembangunan.

Pemko Medan mengabaikan fakta-fakta bahwa, saat ini banyak pedagang yang justru berjualan di pinggir jalan, menggunakan fasilitas umum (fasum), karena ketidaksanggupan pasar menampung pedagang, atau pasar yang ada tidak layak dijadikan tempat berjualan.

"Banyak pelaku ekonomi menggunakan fasum. Pemko Medan seharusnya memberikan perhatian, melalui revitalisasi pasar dan memberikan mereka (pedagang) tempat berjualan," katanya.

Dia mencontohkan, pedagang menggunakan fasum hampir terlihat di pasar-pasar tradisional. Contoh, Pasar Sei Sekambing, Pasar Palapa di Pulo Brayan. Saat ini juga banyak pedagang berjualan di Jalan Rawe Kelurahan Tangkahan, Jalan Bukit Barisan Pekan Labuhan.

"Pedagang meletakkan dagangan di pinggir rel. Seharusnya pemerintah menyiapkan tempat untuk para pedagang ini," katanya.

Kesempatan itu disampaikanya juga, belum ada kebijakan kongkrit terkait komitmen Dzulmi Eldin dan Akhyar Nasution membangun kawasan Utara Kota Medan. Padahal, Belawan merupakan gerbang ekonomi Medan dan Sumut. Pemko Medan beralasan pengembangan Medan bagian Utara terkendala Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Dimana kawasan pesisir belawan merupakan ruang terbuka hijau.

"Faktanya, saat ini kawasan pesisir yang masuk register (hutan lindung) sudah dijadikan tempat kontainer. Jadi, alasan itu (terganjal RTRW) tidak tepat," katanya.

Di bidang pendidikan, Pemko Medan juga tidak memberi perhatian kepada masyarakat Medan bagian Utara. Pada penerimaan siswa baru dua tahun terakhir, Pemko Medan mengedepankan zonasi atau prioritas warga yang dekat degan lokasi sekolah. Namun, di Belawan sampai saat ini masih ada satu seklah menengah pertama (SMP) negeri, dan lokasinya ke pelosok dan susah angkutan umum.

"Kalau kebijakan umum tak punya dasar kuat, kekmana (bagaimana) pelaksanaanya. Perlu kajian matang dan akurat," pungkasnya.

Editor:Fatih
Sumber:RMOLSumut.com
Kategori:Sumatera Utara, Voli, Olympic, PON
wwwwww