Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
22 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
22 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
12 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
21 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
10 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
6
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
22 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara

Siswa ‘Siluman’ SMAN 2 Medan Ditelantarkan, Sekolah Harus Bertanggungjawab Kata Ombudsman

Siswa ‘Siluman’ SMAN 2 Medan Ditelantarkan, Sekolah Harus Bertanggungjawab Kata Ombudsman
Rabu, 30 Agustus 2017 13:04 WIB
Penulis: RLS

MEDAN-Ombudsman Perwakilan Sumatera Utara menemukan fakta miris lainnya saat melakukan klarifikasi ke SMAN 2 Medan. Para siswa yang masuk melalui jalur illegal tersebut ternyata ditelantarkan sekolah.

Para siswa hingga saat ini belum mengikuti proses belajar dan hanya duduk di dalam kelas selama jam pelajaran hingga berakhir.

SMAN 2 Medan diduga melakukan kecurangan dengan memasukkan 180 siswa setelah seleksi PPDB online ditutup. Hal ini merupakan kecurangan yang ditemukan Ombudsman.

Kepala Ombudsman Perwakilan Sumut Abyadi Siregar usai mengunjungi kelas para siswa mengungkapkan, terlantarnya para siswa merupakan tanggung jawab sekolah.

“Mereka jadi terkatung-katung karena kecurangan. Kenapa mereka menerima siswa di luar jalur yang ada. Sekolah harus bertanggung jawab jangan seenaknya melakukan pelanggaran,” kata Abyadi.

Nekatnya SMAN 2 Medan menerima siswa di luar ketentuan, menurut Abyadi, juga berpotensi menyebabkan para siswa tersebut nantinya terancam untuk mengikuti ujian nasional. Karena itu sebaiknya para siswa dikeluarkan. “Aturan harus ditegakkan,” tegasnya.

Seorang siswi, berinisial D, mengaku mereka sejak masuk dua pekan lalu belum belajar hingga sekarang. Ia menuturkan, pada pekan pertama mereka masuk, mereka hanya ditempatkan di mushalla sekolah. Lalu pada pekan kedua mereka masuk ke kelas.

“Tapi gak belajar, gini-gini aja,” kata siswi kepada wartawan yang mengikuti Kepala Ombudsman Perwakilan Sumut Abyadi Siregar ketika mengunjungi kelas para siswa ‘siluman’ di SMAN 2 Medan.

Ia mengaku tidak menyangka kalau mereka akan ditelantarkan di sekolah. Ia pun merasa kecil hati. “Sedihlah bang, gak nyangka kayak gini,” keluhnya. 

Editor:Wen
Kategori:Sumatera Utara, Umum
wwwwww