Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
17 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
16 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
16 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
4
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Umum
17 jam yang lalu
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
5
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
24 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
6
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
21 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Home  /  Berita  /  Badminton

Dari Atas Mobil Komando, Ustaz Felix Siauw: Rezim Jokowi Rezim Firaun

Dari Atas Mobil Komando, Ustaz Felix Siauw: Rezim Jokowi Rezim Firaun
Foto para peserta aksi 299 di depan Gedung DPR. (istimewa)
Jum'at, 29 September 2017 16:47 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Cara Joko Widodo memimpin Indonesia disamakan dengan kekejaman Firaun memimpin Mesir di zaman kuno.

Salah satu bukti kediktatoran Jokowi adalah penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti UU atau Perppu 2/2017 tentang organisasi kemasyarakatan.

"Rezim sekarang ini sama saja dengan Firaun, yang mengeluarkan Perppu untuk membunuh semua anak laki-laki agar kekuasaannya tidak terancam," kata tokoh umat Islam, Felix Siauw, saat berpidato di tengah Aksi 299, kawasan Gedung Parlemen, Jakarta, Jumat (29/9).

Ustaz Felix juga sangat yakin perumpamaan tentang Firaun sangat tepat untuk menggambarkan perilaku rezim Jokowi.

Dia meramalkan, Perppu Ormas yang sudah membuahkan pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) akan menghadirkan pembubaran-pembubaran Ormas lain yang dianggap sebagai ancaman oleh pemerintah.

"Kalau dalam kondisi darurat dan penting, tentu kami terima adanya Perppu. Tetapi ini kan Perppu yang dikeluarkan untuk memaksakan kepentingan rezim," tegas Felix.

Ia terang-terangan menuduh rezim Jokowi Anti Islam. Menurutnya, pembubaran HTI dilandasi ketidaksenangan pemerintah terhadap gagasan membentuk khilafah.

"Apa yang salah dari khilafah? Apakah khilafah menyalahi Pancasila?" tanya Felix, yang disambut bantahan dari barisan massa aksi.

Selain menolak Perppu Ormas, demnstrasi besar yang dimotori oleh Presidium dan Alumni Aksi 212 ini mendesak DPR menolak usulan pencabutan TAP MPRS 25/1966 tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI).***

Sumber:rmol.co
Kategori:Badminton, Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww