Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
17 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
16 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
16 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
4
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Umum
17 jam yang lalu
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
5
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
24 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
6
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
22 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Home  /  Berita  /  Badminton

Ustaz Felix Siuaw: Saya Cina, Tapi Kalian Tak Membenci Saya, Karena Kebangkitan PKI Lah yang Kita Wajib Tolak

Ustaz Felix Siuaw: Saya Cina, Tapi Kalian Tak Membenci Saya, Karena Kebangkitan PKI Lah yang Kita Wajib Tolak
Istimewa.
Jum'at, 29 September 2017 16:58 WIB
JAKARTA - Aksi massa 299 dilakukan di tengah matahari yang sangat terik. Namun para pengunjuk rasa tetap bersemangat menggelar orasi di depan gedung Parlemen tersebut.

Meski keringat bercucuran mereka takberhenti mengumandangkan shalat dan takbir, sembari meneriakkan yel-yel anti-PKI.

"Kami tetap berdiri walau panas. Karena kebangkitan PKI akan lebih panas lagi," tegas Furqon, peserta Aksi 299 asal Cengkareng, saat ditemui di depan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat.

Iqbal juga berharap para delegasi yang diterima oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, mampu meyakinkan para wakil rakyat itu. Apalagi dalam aksi kali ini, kata Iqbal hanya ada dua tuntutan dan itu penting bagi bangsa Indonesia. Keduanya adalah, menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan atau Perppu Ormas. Mewaspadai kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Pendakwah ustadz Felix Siauw mengaku heran dengan sikap pemerintah, terutama dalam pembubaran Ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Bagi dia HTI yang tidak pernah membuat onar dan tidak bertentangan dengan Pancasila tapi dibubarkan. Sedangkan paham komunis yang mengancam keutuhan bangsa jusru dibiarkan.

"Lihat mata saya, keturunan China, tapi apa kalian membenci saya? pasti tidak. Kita semua sama, Umat Islam. Kita harus bersatu tolak kebangkitan PKI dan Perppu Ormas," tegas Felix Siauw. ***

Sumber:republika.co.id
Kategori:Badminton, Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww