Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
19 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
18 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
9 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
18 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
18 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
18 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Badminton

Ahmad Basarah: Menwa Pelopori Gerakan Kampus Benteng Pancasila

Ahmad Basarah: Menwa Pelopori Gerakan Kampus Benteng Pancasila
Istimewa.
Minggu, 08 Oktober 2017 22:33 WIB
BANDARLAMPUNG - Ketua Badan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Ahmad Basarah mengatakan “pemuda dalam sejarah terbentuknya bangsa dan negara Indonesia memiliki peran strategis. Sebagai sebuah bangsa, tonggak sejarahnya adalah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.

Sedangkan sebagai sebuah negara bangsa, maka kita bisa melihat bagaimana peran strategis para pemuda dalam peristiwa sekitar proklamasi kemerdekaan Indonesia pada waktu itu.

Tidak berhenti disini, pemuda juga turut andil dalam upaya mempertahankan NKRI dari rongrongan pemberontakan di dalam negeri pada awal kemerdekaan. "Hal itu membuktikan bahwa pemuda tidak boleh absen dalam upaya mengawal negara, khususnya dlm memastikan Pancasila sebagai satu- satunya ideologi yg cocok dan sesuai dgn kepribadian bangsa yg harus terus dilestarikan," ujarnya.

Hal itu disampaikan Basarah, pada pidato penutupan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di hadapan Resimen Mahasiswa se-Provinsi Lampung. (8/10/2017).

Basarah melanjutkan, bangsa Indonesia saat ini menghadapi dua gelombang persaingan ideologi dunia atau transnasional yaitu fundamentalisme pasar dan fundamentalisme agama.

"Realitanya, pemuda Indonesia kini menjadi korban dari gaya hidup konsumtif dan hedonis yang ditawarkan oleh kaum liberalisme sbg pendukung utama fundamentalisme pasar," tukasnya.

Sementra di sisi yang lain kata dia, kaum fundamentalisme agama berhasil merekrut anak-anak muda Indonesia utk menjadi pelaku terorisme.

"Untuk itulah, MPR menyosialisasikan nilai-nilai Empat Pilar MPR RI seperti Pancasila, UUD NRI tahun 1945 dan Tap MPR, NKRI serta Bhinneka Tunggal Ika ke seluruh penjuru Indonesia termasuk kalangan pemuda dan pelajar, agar mereka memiliki daya tahan ideologis menghadapi infiltrasi ideologi-ideologi asing," terangnya.

Lanjutnya, anak-anak muda Indonesia harus hati-hati dengan praktik politik devide et impera, politik adu domba. "Kita jangan salah menganalisa musuh bangsa. Musuh kita adalah kelompok yang hendak mengganti Ideologi Pancasila dengan ideologi-ideologi lainnya," tandasnya.

Sehingga kata dia, sangat tidak tepat jika kita memusuhi saudara-saudara sebangsa hanya karena berbeda suku, agama, ras dan golongannya. Salah satu ancaman besar terhadap generasi muda Indonesia adalah bentuk-bentuk gerakan radikalisme agama yang masuk ke lingkungan kampus dengan menawarkan paham-paham yang tidak sesuai dengan jiwa dan kepribadian bangsa.

"Seluruh elemen masyarakat harusnya sudah meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya ini," tutur mantan aktivis GMNI ini.

Oleh karena itu, Resimen Mahasiswa kata dia, punya tugas sejarah dan tugas ideologis penting untuk mengawal, mengamankan dan menyebarluaskan ideologi Pancasila dengan mempelopori "Gerakan Kampus Sebagai Benteng Pancasila" bersama-sama dengan elemen pemuda lainnya.

"Pemudalah yang harus berada di depan, pemudalah yang memegang obor untuk mencegah paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila agar tidak masuk ke dalam kampus. Sehingga, masa depan pendidikan dan nasib generasi penerus bangsa Indonesia ke depan tidak berada di jalan yang salah," pungkas Basarah yang juga anggota Komisi III DPR ini.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Olympic, Voli, Metropolitan, Lampung, DKI Jakarta
wwwwww