Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
14 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
14 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
14 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
14 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
15 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
24 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Home  /  Berita  /  Badminton
Warta Istana

Tiga Tahun Jokowi-JK, Menteri Susi Fokus Peningkatan Kesejahteraan Rakyat

Tiga Tahun Jokowi-JK, Menteri Susi Fokus Peningkatan Kesejahteraan Rakyat
Istimewa.
Rabu, 18 Oktober 2017 19:41 WIB
JAKARTA - Salah satu yang menjadi perhatian utama Kementerian Kelautan dan Perikanan adalah peningkatan kesejahtaraan terkait para pelaku dunia kelautan.

Khususnya nelayan, petambakgaram, dan pembudidayaikan. Demikian disampaikan Menteri Kelautandan Perikanan SusiPudjiastuti, dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) yang mengusung tema "Pengembangan Ekonomi Maritim dan Peningkatan Produktivitas Sumber Daya Laut", di Gedung Bina Graha,Jakarta, Rabu (18/10/2017).

Terkait bantuan nelayan, menurut Susi, pemerintah telah memberikan bantuan sebanyak 926 unit kapal penangkapikan, kemudian 6.853 unit alat penangkapanikan, 664.746 premiasuransi nelayan, dan101.655 bidang Sertifikat Hak atas Tanah Nelayan (SeHAT).

Demi meningkatkan kesejahteraan pembudidaya ikan, Susi mengatakan, diberikanbantuan berupa 297,34 juta ekor bantuan benih, 2.915 unit sarpras budidaya, 392 paket pakanmandiri, dan 8.000 bidang Sertifikat Hak atas Tanah Nelayan(SeHAT).

Sedangkan bantuan untuk petambak garam, menurut Susi, berupa 939,7 hektar geoisolator, 12 unit gudang garam, dan pemberian sarana produksi garam. Bantuan lain yang diberikan, sambung dia, antara lain, adalah untuk pengolah dan pemasar.

“Wujudnya berupa 150 unit sarana sistem rantai dingin,67 unit coldstorage, 15unit integrated coldstorage, dan 243 unit iceflak emachine," katanya.

Dan yang juga menjadi fokus, menurut Menteri Susi, adalah membangun industri baruberbasis kawasan di pulau- pulau terluar demi mendekatkan dengan gateway ekspor. Antara lain di Natuna, Saumlaki, Merauke, Mentawai, Nunukan, Talaud, Morotai, BiakNumfor, Rote Ndao, Mimika, SumbaTimur, dan Sabang.

"Pasalnya yang terbaik adalah ikan segar. Tapi karena jarak masih menjadi masalah, makanya kami menjalin kerjasama dengan berbagai pihak agar bisa memotong jarak tersebut," katanya.

Hadir sebagai pembicara lain dalam diskusi itu adalah Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Pariwisata Arief Yahya. Acara yang diinisiasi KSP dan KemKominfo ini dibuka Kepala KSP Teten Masduki dan dipandu oleh Jubir Presiden Johan Budi SP. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Olympic, Ekonomi, Voli, DKI Jakarta
wwwwww