Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
20 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
20 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
10 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
19 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
19 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
19 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Badminton

Aprindo Sebut Ada Beberapa Toko Retail Lagi yang Akan Tutup Setelah Lotus

Aprindo Sebut Ada Beberapa Toko Retail Lagi yang Akan Tutup Setelah Lotus
Karyawan merapikan sisa busana yang dijual di Lotus Departement Store, Jakarta, 25 Oktober 2017. Lotus menjadi salah satu gerai ritel yang tutup menyusul lesunya penjualan di DKI Jakarta. ANTARA
Minggu, 29 Oktober 2017 08:17 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta mengatakan akan ada beberapa toko retail yang tutup.

''Beberapa teman-teman sudah konfirmasi ke saya, mereka akan tutup atau mengurangi pertumbuhannya,'' kata Tutum di Warung Daun, Jakarta Pusat, Sabtu, 28 Oktober 2017.

Tutum mengatakan para pelaku usaha akan melakukan efisiensi apabila tren retail konvensional mulai terlihat meredup. Menurut Tutum, bentuk efisiensi tersebut salah satunya berupa penutupan toko, di samping juga pemotongan pengeluaran perusahaan.

Tutum mengatakan penutupan toko konvensional tersebut tidak semata-mata disebabkan munculnya e-commerce. Tutum mengatakan perubahan perilaku konsumen yang menyebabkan pendapatan toko konvensional menurun.

Dekan dan guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Ari Kuncoro, mengatakan ada perubahan preferensi masyarakat menengah dalam berbelanja. Menurut Ari, masyarakat sekarang lebih tertarik membeli pengalaman rekreasi seperti liburan ketimbang barang.

Dengan kecenderungan tersebut, masyarakat lebih banyak menabung untuk keperluan liburan. Akibatnya pengeluaran mereka terhadap barang menjadi tertahan.

''Jadi saat ingin jalan-jalan, mereka nabung dan berhemat. Sebagai akibatnya pengeluaran mereka direm dahulu,” kata Ari. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:tempo.co
Kategori:Badminton, Ekonomi, DKI Jakarta
wwwwww