Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
23 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
2
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
23 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
3
Duet Risto Vidakovic dan Edin Prljaca Tangani PSIM Yogyakarta
Sepakbola
23 jam yang lalu
Duet Risto Vidakovic dan Edin Prljaca Tangani PSIM Yogyakarta
4
Penurunan Muka Tanah Jakarta Melambat, PAM Jaya Ungkap Peran Air Perpipaan
Korporasi
23 jam yang lalu
Penurunan Muka Tanah Jakarta Melambat, PAM Jaya Ungkap Peran Air Perpipaan
5
Kesempatan Frediric Injay Balas Kekalahan Lawan Garudayaksa
Sepakbola
23 jam yang lalu
Kesempatan Frediric Injay Balas Kekalahan Lawan Garudayaksa
6
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
3 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Home  /  Berita  /  PON

Belasan Hektare Tambak di Aron Terendam, Petani Rugi Ratusan Juta

Belasan Hektare Tambak di Aron Terendam, Petani Rugi Ratusan Juta
Kondisi tambak petani di Gampong Mampree, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara, Sabtu (9/12/2017). [Sarina]
Sabtu, 09 Desember 2017 16:02 WIB
Penulis: Sarina

LHOKSUKON – Sekira 15 hektare tambak petani yang berisi ikan siap panen di Gampong Mampree, Kecamatan Syamtalira Aron Kabupaten Aceh Utara, terendam dan meluap akibat banjir sejak beberapa hari terakhir. Akibatnya, petani tambak mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Salah seorang petani tambak, Jufrizal kepada GoAceh, Sabtu mengatakan, tambak milik petani tersebut terendam dan meluap akibat banjir sejak beberapa hari terakhir. Di dalamnya berisikan ikan yang hampir panen. Sayangnya, ikan-ikan itu sekarang lenyap dibawa arus.

“Di tambak ini kami memelihara jenis ikan, mujair, bandeng, ikan nila, udang paname, dan sejumlah jenis ikan lainnya yang sudah tiba masa panen. Sekarang ikan-ikan itu lenyap, sehingga petani tambak di sini mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah,” katanya.

Sementara Keuchik Gampong Mampree, M Yusuf A Thaleb mengatakan, jumlah penduduk yang mengungsi di gampong tersebut sebanyak 25 kepala keluarga dengan total jumlah 65 jiwa. Penduduk tersebut terpaksa mengungsi di tempat tinggi di pertengahan sawah.

“Air yang merendam rumah warga masih bertahan sekira satu meter belum surut. Untuk bantun masa panik sudah ada, namun sekarang stoknya sudah habis. Kami berharap, Pemkab Aceh Utara dan Gubernur turun untuk meninjau kami yang tinggal di desa pedalaman,” imbuhnya.

Editor:Kamal Usandi
Kategori:PON
wwwwww